Pemkab Loteng Pastikan Stok Pupuk Aman, Petani Tak Lagi Keluhkan Kelangkaan

  • 04 Mar 2026 14:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan hingga kini tidak ada petani yang mengeluhkan kekurangan pupuk. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa sistem penyaluran berjalan sesuai perencanaan.

Menurut Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mekanisme pengelolaan pupuk sepenuhnya mengacu pada kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pemerintah daerah berperan menjalankan dan mengawasi distribusi bersama distributor agar tepat sasaran.

“Pengelolaan pupuk mekanismenya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Kami di pemda melaksanakan bersama distributor. Alhamdulillah, tahun ini aman dari sisi ketersediaan,” ujar Nursiah Rabu 4 Maret 2026.

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan ataupun keluhan dari petani terkait kelangkaan pupuk. Artinya, distribusi yang mengacu pada data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) berjalan sesuai kebutuhan luas lahan yang diusulkan setiap tahun oleh Dinas Pertanian.

“Yang jelas, belum kami dengar ada petani mengeluh terkait ketersediaan pupuk. Stok setiap tahun diusulkan sesuai luas lahan melalui e-RDKK,” katanya.

Meski kondisi dinilai aman, Pemkab Lombok Tengah tetap melakukan evaluasi berkala untuk memastikan pengawasan semakin efektif. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan menggelar rapat bersama tim khusus dan pihak-pihak terkait di lapangan guna mengevaluasi pelaksanaan distribusi pada musim tanam tahun 2026 ini.

“Tinggal bagaimana kita mengevaluasi pelaksanaannya. Nanti kami akan mengundang pihak-pihak di lapangan untuk rapat evaluasi agar langkah pengawasan semakin efektif,” jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan, Pemkab juga mengawasi harga pupuk di tingkat pengecer agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Pengawasan dilakukan secara berjenjang mulai dari distributor hingga pengecer.

"Kami optimis kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi tanpa kendala, sehingga produktivitas pertanian di daerah dapat terus terjaga," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....