NTB Raih Penghargaan sebagai Salah Satu Penyelenggara Haji Terbaik 2026
- 13 Jul 2026 19:49 WIB
- Mataram
Poin Utama
- NTB menerima penghargaan sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan ibadah haji terbaik di Indonesia pada musim haji 2026 dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji.
- Kuota haji NTB pada 2026 meningkat menjadi sekitar 5.000 orang dari sebelumnya 4.000 orang karena perubahan sistem penentuan kuota dari basis jumlah penduduk menjadi rasio daftar tunggu haji.
- Gubernur Iqbal mengusulkan pemanfaatan pesawat haji yang kembali kosong untuk membawa wisatawan dari negara-negara Teluk ke NTB sebagai cara meningkatkan devisa pariwisata.
RRI.CO.ID, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat penghargaan dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan ibadah haji terbaik di Indonesia pada musim haji 2026. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji saat berkunjung ke NTB, Senin, 13 Juli 2026.
"Dirjen Pelayanan Haji tadi datang menyampaikan penghargaan kepada Provinsi NTB. Alhamdulillah, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar dan salah satu yang paling lancar adalah di NTB," kata Iqbal.
Menurut Iqbal, penghargaan itu bukan hanya menjadi keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga berbagai unsur pendukung lainnya.
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh ekosistem yang terlibat, termasuk para bupati, wali kota, dan masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan haji sehingga berjalan lancar," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Iqbal juga kembali mengusulkan pemanfaatan pesawat haji untuk mendatangkan wisatawan dari kawasan Teluk setelah mengantar jemaah Indonesia ke Arab Saudi.
Menurut dia, selama ini pesawat haji kembali ke Indonesia dalam kondisi kosong. Kondisi itu dinilai dapat dimanfaatkan untuk membawa wisatawan dari negara-negara Teluk ke NTB selama sekitar satu bulan.
"Devisa kita keluar untuk penyelenggaraan haji, tetapi bisa kembali melalui kunjungan wisatawan dari negara-negara Teluk. Kami mengusulkan agar program ini bisa dimulai dari satu atau dua provinsi, termasuk NTB," katanya.
Iqbal mengaku pernah memiliki pengalaman memanfaatkan pesawat haji saat proses pemulangan tenaga kerja Indonesia dari Arab Saudi. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi dasar penerapan skema serupa untuk sektor pariwisata.
Selain itu, Iqbal mengungkapkan kuota haji NTB pada 2026 meningkat menjadi sekitar 5.000 orang dari sebelumnya sekitar 4.000 orang.
Ia menjelaskan kenaikan itu terjadi karena pemerintah mengubah sistem penentuan kuota. Jika sebelumnya kuota dihitung berdasarkan jumlah penduduk, kini menggunakan rasio daftar tunggu atau antrean haji.
"Keinginan masyarakat NTB untuk berhaji sangat tinggi sehingga antreannya panjang. Dengan perubahan sistem itu, NTB menjadi salah satu provinsi yang memperoleh peningkatan kuota paling besar secara persentase," ujarnya.
Menanggapi masih adanya jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini, Iqbal mengatakan evaluasi akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Menurut dia, penyebab wafatnya jemaah beragam, mulai dari kondisi kesehatan hingga faktor cuaca.
Ia memperkirakan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang akan berlangsung dalam kondisi cuaca yang lebih bersahabat karena pelaksanaannya semakin mendekati musim dingin di Arab Saudi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....