Ibadah Haji Butuh Fisik Prima dan Rohani Bersih

  • 25 Jun 2026 13:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Seluruh Jamaah Haji asal NTB, sudah berkumpul dengan keluarga setelah selama 40 hari melaksanakan seluruh rangkaian Ritual Haji di Makkah Al Mukaromah dan Madinah Al Munawarah. Setiap pribadi mendapatkan pengalaman ritual masing masing, terpenting adalah doa setiap Jamaah Haji Adalah mendapatkan Haji Yang Mabrur.

Wapemred RRI.CO.ID (Nasrudin Zen) mendapatkan momentum menunaikan ibadah Haji 2026 bersama Istri Hj.Sri Sutarmi setelah menunggu selama 14 tahun, semenjak menyetor setoran Haji awal pada Desember 2012. Hari ini, Kamis 25 Juni 2026 memulai menuliskan pengalaman ritual yang diharapkan dapat menjadi pengalaman menarik bagi Calon Jemaah Haji dimasa yang akan datang dan dapat menjadi bahan referensi.

Haji Adalah Ibadah Jasmani – Rohani, Fisik-Hati

Setelah Jemaah dilepas secara resmi di Asrama Haji Kemenhaj NTB oleh Kepala Daerah, masing masing Kota dan Kabupaten sesuai jadwal penerbangan, yang sudah ditetapkan Kementerian Haji dan Umroh RI, berangkat menuju Bandara BIZAM (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid) Lombok NTB sekaligus Embarkasi Lombok. Kru Pesawat (Pramugara- Pramugari) yang mengatur masuk pintu pesawat dan tempat duduk jamaah yang demikian rapi, dapat mempercepat proses persiapan penerbangan menuju Madinah Al Munawarah untuk Gelombang Pertama Pemberangkatan Haji.

Penerbangan menuju Bandara Internasional di Madinah menempuh perjalanan sekitar 10 jam penerbangan. Cukup menguras energi, apalagi bagi mereka yang kurang istirahat, factor usia dan penyakit penyerta lainnya, ikut berkontribusi, membuat fisik menjadi semakin menurun. Semenjak di Asrama Haji untuk pemeriksaan berbagai keperluan administrasi, (Pasport,Visa,Kartu Nusuk, Living Kost, Kartu Kesehatan) diselesaikan malam itu, semenjak usai mendirikan sholat Isya, praktis membutuhkan waktu sekitar tiga jam, hingga pemberangkatan menuju Bandara. Waktu menunggu giliran pemeriksaan adalah waktu yang melelahkan dan tidak dapat digunakan untuk istirahat.

“Kebetulan kami termasuk dalam kloter 10, asal Kota Mataram, dengan Ketua Kloter Hj.Siti Rohana, kita siap saling membantu” kata Ketua Regu 13 Khahmir Khahzan, yang mendampingi 10 anggota dengan usia rata rata 74 tahun.

Waktu pemeriksaan yang demikian lama dan perjalanan menuju Bandara berkonsekwensi terhadap pelaksanaan Waktu dan Tempat Sholat Subuh. Sholat subuh akhirnya dilaksaanakan diatas pesawat dibimbing langsung Pembimbing Ibadah Haji DR.TGH Hasanain, kebetulan dosen UIN Mataram. Seluruh Ilmu yang diberikan selama Manasik Haji, diingatkan Kembali Ketika mau sholat subuh, secara fiqih mulai dari tayamum hingga tata cara melaksanakan sholat diatas pesawat.

”Pertama Sholat Subuh Berjamaah diatas pesawat diimami TGH Hasanain, Bersama dengan jamaah lain, H.Rajab, H.Nasrudin, H.Khahmir Khahzan,” kata Hj.Sri Sutarmi jamaah Perempuan yang berdekatan duduk sama suami.

Secara umum kondisi seluruh jamaah haji, tetap terlihat sehat dengan kondisi kelelahan yang tampak dalam wajah mereka. Kelelahan ini sudah mulai terlihat dari acara ziarah yang berlangsung di Kampung. Tradisi ini, demikian membumi di Tengah Masyarakat Sasaq Lombok, tetapi juga dapat mempengaruhi kondisi Kesehatan.

Akhirnya muncullah penyakit yang kerap dialami Jamaah Haji seperti, kurang tidur, lalu tensi (Tekanan Darah) ada meningkat tetapi ada juga yang menurun, serta penyakit lainnya batu,flu,pilek,demam dan sakit kepala. Ada juga penyakit lainnya yang muncul karena tidak teratur istirahat dan makanan seperti penyakit gula, dan penyakit penyerta lainnya.

Tidak sedikit juga kalangan jamaah haji yang fisiknya prima, senantiasa menikmati penerbangan dengan penuh keutulsan dan keikhlasan karena Allah, dilancarkan seluruh perjalanan dari rumah hingga ke tanah suci, serta panjatan doa yang terus berkumandang selama penerbangan menuju Madinah. Selalu diingatkan oleh Tim Kesehatan mulai Dokter hingga Perawat supaya menjaga Kesehatan, mengkonsumsi vitamin dan nutrisi lainnya. Dalam hal obat seluruh Jemaah Haji sangat disiplin.

”Kami sudah mempersiapkan obat obatan yang dibutuhkan Bapak, karena Bapak baru selesai operasinya” ujar Putri Haji Saiman, Tya Setyawati. ( Bersambung)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....