Jemaah Haji NTB yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang

  • 12 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Jumlah jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia selama musim haji 2026 bertambah menjadi 12 orang.
  • Seorang jemaah asal Kabupaten Bima yang tergabung dalam Kloter 4 meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP NTB

‎RRI.CO.ID, Mataram - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia selama musim haji 2026 bertambah menjadi 12 orang. Penambahan itu terjadi setelah seorang jemaah asal Kabupaten Bima yang tergabung dalam Kloter 4 meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP NTB, Kamis, 11 Juni 2026.

‎Jemaah tersebut sebelumnya dipulangkan untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan. Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan jemaah tersebut mulai dirawat sejak 4 Juni 2026 dengan diagnosis suspek pneumonia.‎

‎Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, kondisi kesehatannya tidak membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis pagi. “Kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” kata Amin, Jum'at 12 Juni 2026.

‎Menurut dia, pemerintah juga memastikan seluruh hak jemaah yang meninggal dunia tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses administrasi serta hak-hak yang melekat pada jemaah akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

‎Sebelumnya, Kanwil Kemenhaj NTB mencatat sebanyak 11 jemaah haji asal daerah itu telah lebih dulu meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, tiga orang berasal dari Kabupaten Bima, tiga orang dari Lombok Tengah, tiga orang dari Lombok Timur, dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa.

‎Dengan tambahan satu kasus yang terjadi di NTB, total jemaah haji asal provinsi tersebut yang wafat selama musim haji 2026 kini mencapai 12 orang.

‎Pemerintah mengimbau seluruh jemaah dan keluarga untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta selama proses kepulangan dan pascaibadah haji.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....