Amalan Berpahala Haji meski Tak ke Tanah Suci
- 04 Jun 2026 13:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Tidak semua umat Islam memiliki kesempatan untuk menapakkan kaki di Kota Makkah, mencium Hajar Aswad, atau berdiri di Padang Arafah saat musim haji. Namun, luasnya rahmat Allah SWT tidak terbatas oleh jarak dan kemampuan seseorang untuk berangkat ke Tanah Suci.
Hal tersebut disampaikan TGH Saiful Bahrain, Lc., M.A. saat rekaman program Renungan Senja, Kamis 4 Juni 2026 pagi. Menurutnya, bagi umat Islam yang belum memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji, pintu pahala tetap terbuka melalui berbagai amalan sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.
"Tidak semua orang diberi kesempatan menapakkan kaki ke Makkah, mencium Hajar Aswad atau berdiri khusyuk di Arafah. Namun luasnya rahmat Allah tidak terbatas pada jarak," ujarnya.
Ia mengatakan, kerinduan untuk menjadi tamu Allah juga memiliki nilai ibadah. Banyak orang yang belum sampai ke Tanah Suci, tetapi hatinya selalu dipenuhi kerinduan dan doanya tak pernah putus agar suatu saat dapat menunaikan haji.
Dalam kesempatan tersebut, TGH Saiful Bahrain menjelaskan sejumlah amalan yang memiliki keutamaan pahala setara haji dan umrah sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.
Amalan pertama adalah melaksanakan salat Subuh berjamaah, kemudian berzikir hingga matahari terbit dan dilanjutkan dengan salat dua rakaat. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa amalan tersebut mendapat pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.
Selain itu, berbakti kepada kedua orang tua, khususnya ibu, juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW menegaskan bahwa seseorang yang berbakti kepada ibunya dapat memperoleh pahala seperti orang yang berhaji, berumrah, dan berjihad di jalan Allah.
Amalan berikutnya adalah pergi ke masjid dengan niat menuntut atau mengajarkan ilmu agama. Dalam hadis riwayat At-Thabarani disebutkan bahwa orang yang berangkat ke masjid untuk tujuan tersebut akan memperoleh pahala seperti ibadah haji yang sempurna.
Keutamaan lainnya juga diperoleh bagi mereka yang menjaga salat berjamaah lima waktu di masjid serta melaksanakan salat Dhuha. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang keluar dari rumah dalam keadaan suci untuk menunaikan salat fardu akan mendapatkan pahala haji, sementara yang berangkat untuk salat Dhuha akan memperoleh pahala umrah.
TGH Saiful Bahrain juga mengingatkan tentang keutamaan umrah pada bulan Ramadan. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari, umrah yang dilakukan pada bulan suci tersebut memiliki pahala yang setara dengan ibadah haji.
Menurutnya, berbagai amalan tersebut menjadi bukti kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Kesempatan meraih pahala besar tidak hanya diberikan kepada mereka yang mampu berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga kepada setiap Muslim yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan amal saleh.
"Melakukan amalan yang setara pahala haji dan umrah bukan hanya memberi pahala yang besar, tetapi juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT," kata Saiful Bahrain menutup tausiahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....