Lima Jemaah Haji Embarkasi Lombok Meninggal sebelum Wukuf di Arafah
- 27 Mei 2026 11:26 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sebanyak lima jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
- Para jemaah yang meninggal berasal dari sejumlah daerah di NTB, di antaranya Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat.
- Seluruh jemaah tersebut meninggal sebelum menjalani rangkaian Armuzna.
RRI.CO.ID, Mataram - Sebanyak lima jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka dinyatakan meninggal dunia sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (KemenhJ) NTB, Haji Lalu Muhammad Amin, mengatakan para jemaah yang meninggal berasal dari sejumlah daerah di NTB, di antaranya Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat.
“Informasi yang kami peroleh datanya itu sebanyak lima orang dari NTB,” kata Amin usai Salat Idul Adha di Kantor Gubernur NTB, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurut Amin, seluruh jemaah tersebut meninggal sebelum menjalani rangkaian Armuzna. Mayoritas merupakan jemaah lanjut usia dengan kondisi kesehatan yang menurun akibat kelelahan selama menjalankan aktivitas ibadah di Tanah Suci.
Ia menjelaskan, tingginya aktivitas fisik, cuaca panas, serta kondisi tubuh jemaah yang sudah lanjut usia menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan mereka. Beberapa jemaah juga disebut tetap mengikuti aktivitas bersama rombongan meski kondisi fisiknya mulai menurun.
“Rata-rata yang meninggal itu usianya memang sudah lebih tinggi atau lansia. Ada yang mengalami kelelahan karena ritual ibadah dan aktivitas yang cukup padat,” ujarnya.
Amin menambahkan, sejumlah jemaah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah kembali ke hotel usai menjalani aktivitas ibadah. Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh jemaah yang meninggal akan mendapatkan hak berupa asuransi atau santunan kematian sesuai ketentuan yang berlaku.
“Soal santunannya nanti akan dihitung setelah seluruh proses selesai. Itu akan diinformasikan secara resmi kepada keluarga jemaah,” kata dia.
Pelaksanaan Armuzna sendiri merupakan puncak ibadah haji yang dimulai dengan wukuf di Arafah, dilanjutkan mabit di Muzdalifah dan pelontaran jumrah di Mina. Tahapan ini merupakan fase paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji karena membutuhkan kondisi fisik yang prima, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....