Dinkes Mataram Perkuat Pendampingan Jemaah Haji Berisiko Tinggi
- 27 Apr 2026 09:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Dominasi jemaah lanjut usia dalam keberangkatan haji 1447 Hijriah/2026 membuat profil kesehatan calon jemaah haji (CJH) Kota Mataram menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sekitar 71 persen dari total 809 CJH masuk kategori risiko tinggi (risti), terutama akibat penyakit hipertensi, diabetes, dan gangguan degeneratif lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menegaskan bahwa kesiapan fisik jemaah harus diimbangi dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan.
“Kami sudah mengingatkan petugas agar memberikan perhatian dan pendampingan lebih kepada jemaah dengan risiko tinggi, tidak hanya dari sisi pengobatan, tetapi juga upaya pencegahan selama di Tanah Suci,” ujarnya, Senin 27 April 2026.
Kondisi ini mendorong Dinkes Kota Mataram memperkuat strategi pendampingan, tidak hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga pencegahan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci yang dikenal dengan cuaca ekstrem.
Menurut Emirald, pola makan, istirahat, serta kepatuhan mengonsumsi obat menjadi faktor kunci dalam menjaga kondisi jemaah. Selain itu, ancaman cuaca panas ekstrem yang berpotensi memicu heatstroke juga menjadi perhatian tahunan yang harus diantisipasi.
“Perubahan cuaca panas bisa menyebabkan heatstroke. Karena itu, jemaah harus disiplin minum air putih, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup,” katanya.
Meski mayoritas masuk kategori risti, Emirald memastikan seluruh jemaah tetap memenuhi syarat istitaah kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes).
“Secara kesehatan, mereka dinyatakan layak berangkat. Jadi meskipun berisiko tinggi, kondisi mereka masih memungkinkan untuk menjalankan ibadah,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Dinkes juga telah berkoordinasi dengan tim kesehatan haji yang akan mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. "Pendampingan ini diharapkan mampu menjaga kemandirian dan stabilitas kesehatan jemaah, terutama bagi kelompok rentan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....