Pemeriksaan Ketat Barang Jemaah Haji, BKK Mataram Sita Makanan Mudah Basi

  • 22 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Makanan mudah basi seperti kue basah, sambal terasi, nasi bersantan, dan jamu disita
  • Obat bawaan jemaah diperiksa, harus sesuai kebutuhan (maksimal ±40 hari)
  • Obat wajib memiliki izin BPOM dan sesuai standar Kementerian Kesehatan
  • Suhu di Arab Saudi diperkirakan mencapai 42–43 derajat Celsius
  • BKK Kelas I Mataram melakukan pemeriksaan ketat barang bawaan jemaah haji

RRI.CO.ID, Mataram — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram memperketat pemeriksaan barang bawaan jemaah haji guna menjaga kesehatan selama perjalanan hingga di Tanah Suci.

Ketua Tim 4 BKK Kelas I Mataram, Dr. Ferry Wardhana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pos pemeriksaan khusus di Asrama Haji untuk memastikan seluruh barang bawaan jemaah aman.

“Setiap jemaah akan kita cek satu per satu barang bawaannya, terutama makanan yang mudah basi seperti kue basah, sambal dengan terasi, nasi bungkus bersantan, hingga jamu,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Menurutnya, makanan tersebut berpotensi cepat rusak dan dapat memicu gangguan kesehatan seperti diare.

“Kita sita karena dikhawatirkan akan basi dan menyebabkan jemaah mencret. Apalagi menjelang penerbangan, kondisi seperti itu bisa membuat jemaah tidak diizinkan naik pesawat,” jelasnya.

Selain makanan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap obat-obatan yang dibawa jemaah. Petugas memastikan obat yang dibawa tidak berlebihan dan sesuai standar kesehatan.

“Obat harus cukup untuk kebutuhan sekitar 40 hari, sudah tercatat, serta memiliki izin BPOM dan sesuai standar dari Kementerian Kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan, obat atau jamu yang tidak memenuhi standar akan diamankan sementara.

“Kalau tidak sesuai standar akan kami sita. Namun khusus jamu atau obat tertentu, nanti akan kami simpan dan dikembalikan saat jemaah pulang,” tambahnya.

Dr. Ferry juga mengimbau keluarga jemaah untuk tidak membekali makanan berlebihan, karena kebutuhan konsumsi selama ibadah haji sudah terpenuhi.

“Jemaah sudah mendapat jatah makan dua kali sehari dan satu kali snack. Jadi tidak perlu membawa makanan seperti sambal basah apalagi yang menggunakan terasi,” katanya.

Ia menambahkan, makanan masih diperbolehkan jika tidak berbau menyengat dan tidak mengandung bahan seperti terasi.

“Kalau masih bentuk cabai segar tanpa terasi masih boleh. Intinya tidak berbau, karena maskapai juga melarang barang berbau,” ujarnya.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk mempersiapkan kondisi fisik menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

“Di sana sedang musim debu dan angin, jadi masker sangat penting. Kemudian air putih untuk mencegah dehidrasi, dan jaga istirahat karena perjalanan cukup panjang,” jelasnya.

Ia menyebutkan suhu di Arab Saudi saat ini berkisar antara 42 hingga 43 derajat Celsius.

Dengan berbagai langkah ini, BKK Kelas I Mataram berharap jemaah haji dapat menjalani ibadah dengan aman, sehat, dan lancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....