BKK Kelas I Mataram Waspadai Campak, Siapkan Ruang Isolasi di Asrama Haji
- 22 Apr 2026 13:13 WIB
- Mataram
Poin Utama
- BKK Kelas I Mataram menyiapkan ruang isolasi dan karantina di Asrama Haji
- Pengawasan jemaah haji diperketat untuk mencegah penularan campak
- Jemaah terindikasi campak akan diperiksa, diisolasi, atau dirujuk ke rumah sakit
- Pemantauan kondisi jemaah dilakukan selama 24 jam
RRI.CO.ID, Mataram — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram memperketat pengawasan kesehatan jemaah haji, khususnya dalam mengantisipasi penyebaran penyakit campak yang bersifat sangat menular.
Ketua Tim 4 BKK Kelas I Mataram, Dr. Ferry Wardhana, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi dan karantina di Asrama Haji sebagai langkah kewaspadaan.
“Ya, tadi kita akan menyiapkan ruang isolasi dan karantina di Asrama Haji. Jadi kalau seandainya ada jemaah haji yang kemungkinan terkena campak, maka akan kami periksa lebih lanjut. Kalau perlu akan kami isolasi atau kami rujuk ke rumah sakit,” ujar Dr. Ferry.
Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar penanganan dilakukan di Asrama Haji, pengawasan terhadap seluruh jemaah tetap dilakukan secara ketat.
“Diutamakan di sana, tapi untuk kewaspadaan semua jemaah akan tetap kami awasi dengan lebih ketat. Karena campak ini termasuk penyakit menular dan secara teori tidak boleh dibawa dalam penerbangan,” jelasnya, Rabu 22 April 2026.
Selain itu, BKK juga melakukan skrining terhadap jemaah yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita campak.
“Biasanya akan kami skrining, kemudian kami awasi kondisinya selama 24 jam penuh. Jika tidak ada gejala, jemaah akan diberangkatkan kembali dan kami titipkan pengawasannya kepada dokter kloter selama di Arab Saudi,” tambahnya.
Namun, jika jemaah terkonfirmasi positif campak, keberangkatan bisa ditunda demi keselamatan bersama.
“Kalau terdiagnosis campak, kemungkinan bisa ditunda keberangkatannya,” jelas Dr. Ferry.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai gejala utama campak yang perlu diwaspadai, seperti demam, munculnya ruam pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah.
Sebagai langkah pencegahan, vaksinasi menjadi upaya utama yang dianjurkan, terutama di daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Yang pasti adalah vaksinasi. Untuk daerah KLB memang sangat disarankan. Selain itu, petugas juga menyiapkan alat pelindung diri minimal masker, khususnya bagi jemaah dari daerah KLB,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, BKK Kelas I Mataram berharap penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan kesehatan yang berpotensi menular.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....