Calon Jemaah Haji Dilarang Bawa Sambal ke Asrama hingga Tanah Suci

  • 21 Apr 2026 15:20 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Calon Jemaah Haji dilarang bawa sambal
  • CJH Embarkasi Lombok
  • BKK Kelas I Mataram

‎RRI.CO.ID, Mataram - Calon jemaah haji (CJH) khususnya Embarkasi Lombok dilarang membawa makanan tertentu, terutama sambal, saat memasuki asrama haji hingga keberangkatan ke Tanah Suci. Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan jemaah.

‎Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengatakan makanan yang dibawa dari luar berpotensi memicu masalah kesehatan, terutama jika tidak terjamin kebersihan dan keamanannya. “Tidak boleh membawa makanan, terutama yang tidak jelas asal-usulnya atau bukan produk pabrikan, seperti sambal atau makanan berbentuk cair,” kata Herman, Selasa, 21 April 2026.

‎Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha. (Foto: RRI/Muh.Halwi).

‎Ia menegaskan, petugas akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan jemaah saat masuk asrama. Makanan tanpa label resmi atau yang berpotensi basi akan langsung disingkirkan. Sementara makanan ringan seperti biskuit dan camilan kering masih diperbolehkan selama tidak berisiko bagi kesehatan.

‎Herman menjelaskan, sambal kerap menjadi temuan paling umum dalam pemeriksaan. Makanan tersebut biasanya dibawa oleh jemaah dari daerah sebagai pelengkap makan.

Namun, sambal dalam bentuk cair dinilai rawan menyebabkan gangguan pencernaan, terlebih jika dikonsumsi dalam kondisi perjalanan panjang. “Kalau bentuknya cair, biasanya kita tahan. Tapi kalau kering dan tidak mengganggu, masih bisa dipertimbangkan,” ujarnya.

‎Selain sambal, petugas juga sering menemukan makanan basah seperti nasi bungkus yang dibawa jemaah dari daerah asal. Makanan tersebut umumnya diberikan saat acara pelepasan di kabupaten atau kota. Namun, karena berisiko basi, makanan itu tidak diizinkan untuk dikonsumsi di asrama.

‎“Begitu kami lihat nasi bungkus, biasanya langsung kami singkirkan. Kami khawatir kualitasnya sudah tidak layak konsumsi,” kata Herman.

‎Ia menegaskan, selama berada di asrama haji, kebutuhan konsumsi jemaah telah disediakan secara terstandar. Karena itu, jemaah diimbau tidak membawa makanan dari luar demi menjaga kondisi kesehatan selama proses keberangkatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....