Pemkot Mataram Matangkan Skema Haji, Tiga Kloter Siap Berangkat

  • 20 Apr 2026 19:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram. - Pemerintah Kota Mataram mematangkan skenario keberangkatan jamaah haji tahun 2026 dengan penekanan pada ketertiban, kesehatan, dan manajemen waktu. Sebanyak tiga kelompok terbang (kloter) dijadwalkan berangkat secara bertahap melalui Embarkasi Lombok, dengan pengaturan teknis yang lebih disiplin dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, menjelaskan kloter pertama yakni kloter 5 akan mulai masuk asrama haji pada 26 April 2026 pukul 10.00 WITA, setelah sebelumnya dilakukan pelepasan resmi di halaman Kantor Wali Kota Mataram pada pagi hari. Kloter ini terdiri dari 387 jamaah dan enam petugas.

“Kloter 5 menjadi jamaah pertama, sehingga kita prioritaskan fasilitas seperti rompi dan syal. Ini juga bagian dari kesiapan identitas dan pelayanan,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Selanjutnya, kloter 10 dengan jumlah 388 jamaah dan lima petugas dijadwalkan masuk asrama pada 3 Mei 2026. Untuk kloter ini, Pemkot harus menyesuaikan waktu secara ketat karena jamaah diminta sudah berada di asrama sekitar pukul 10.30 WITA.

Sementara kloter terakhir, yakni kloter 15, akan diberangkatkan pada 10 Mei 2026 malam hari. Kloter ini merupakan gabungan jamaah dari Kota Mataram dengan beberapa kabupaten di Pulau Lombok dan Sumbawa Barat, dengan jumlah sekitar 32–33 orang yang masih dalam tahap finalisasi data.

"Untuk dua kloter awal menuju Madinah, jamaah pada kloter 15 akan langsung menuju Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Mekkah karena masuk gelombang kedua," katanya.

Dalam upaya menjaga kelancaran, Pemkot Mataram juga menyiapkan skema teknis di lokasi pelepasan. Bus penjemput jamaah akan disiagakan sejak malam sebelum keberangkatan, sementara pengaturan arus masuk jamaah dan pengantar difokuskan melalui pintu barat Kantor Wali Kota.

“Jamaah akan langsung terbagi dalam rombongan yang sudah terklaster. Ini untuk memastikan proses berjalan tertib, rapi, dan aman karena waktu kita sangat terbatas,” jelas Martawang.

Selain itu, jamaah diimbau mengenakan pakaian seragam berupa atasan putih dan bawahan hitam, dilengkapi rompi serta syal dari Pemkot Mataram. Jamaah laki-laki diwajibkan memakai peci hitam, sementara perempuan menggunakan jilbab.

Pemkot juga mengingatkan keluarga pengantar untuk tidak berlebihan dalam prosesi perpisahan, seperti berdesakan untuk bersalaman. Hal ini penting untuk menjaga kondisi fisik jamaah menjelang perjalanan panjang ke Tanah Suci.

“Kami minta tidak semua harus bersalaman. Jamaah perlu istirahat yang cukup agar berangkat dalam kondisi sehat dan kembali juga dengan selamat,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....