Pemkot Mataram Perkuat Skema Haji Ramah Lansia

  • 27 Jan 2026 18:47 WIB
  •  Mataram

RRI. CO. ID, Mataram - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menetapkan penyesuaian manajemen kelompok terbang (kloter) dan pembagian regu jemaah haji tahun 2026, menyusul laporan tim medis yang mencatat sekitar 300 jemaah masuk kategori lanjut usia (lansia). Kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan efektivitas pengawasan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji, sejalan dengan prinsip haji ramah lansia yang diusung Pemkot Mataram.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan Pemkot telah berkoordinasi intensif dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) terkait skema penempatan jemaah. Ia menegaskan agar penempatan kamar tidak diisi seluruhnya oleh jemaah lansia.

“Jangan sampai ada kamar yang isinya lansia semua karena akan menyulitkan pengawasan. Harus ada kombinasi antara jemaah mandiri dan lansia agar bisa saling menjaga,” ujarnya, Selasa 27 Januari 2026.

Dari sisi persiapan teknis, Pemkot Mataram menjadwalkan manasik haji tingkat kota pada awal atau pertengahan Februari 2026. Manasik akan dikemas lebih interaktif, termasuk simulasi virtual kondisi di Arab Saudi serta materi fikih wanita. Selain itu, Kota Mataram menyiapkan tiga petugas inti, terdiri dari dua petugas pelayanan umum dan satu tenaga dokter.

“Petugas harus punya Plan A, B, dan C, serta berani mengambil keputusan cepat di lapangan demi kenyamanan jemaah,” kata Lalu Martawang,

Sementara untuk kuota sambung Martawang, Kota Mataram memperoleh kuota haji reguler tahun 2026 sebanyak 854 jemaah, dengan harapan dapat membentuk dua kloter utuh dan satu kloter gabungan. Hingga batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pada 23 Januari 2026, tercatat 813 jemaah telah melunasi, sementara 41 jemaah belum menyelesaikan pembayaran.

"Kendala utama berasal dari faktor kesehatan dan keterbatasan finansial," ujarnya.  

Pemkot Mataram, lanjut Lalu Martawang, terus mendorong percepatan penyelesaian administrasi, termasuk pengumpulan paspor. Selain itu, terdapat 337 jemaah cadangan yang telah melunasi BPIH dan siap mengisi kuota apabila ada kursi reguler yang kosong.

“Kami tidak ingin sekadar memberangkatkan jemaah secara kuantitas, tetapi menjamin kualitas pelayanan sejak dari asrama hingga kembali ke tanah air,” ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....