Polisi Dalami Dugaan Tiga Santri Dibakar Teman di Loteng yang Viral di Media Sosial
- 04 Jun 2026 13:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Polres Lombok Tengah mendalami informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan kasus pembakaran terhadap tiga santri di salah satu pondok pesantren di Dusun Sengkol, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi seorang santri mengalami luka bakar viral di Facebook.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan tiga santri diduga dibakar oleh temannya sendiri dan satu di antaranya meninggal dunia. Peristiwa itu disebut terjadi pada November 2025 lalu.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Brata Kusnadi, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar tersebut.
"Sejauh ini kami masih melaksanakan penyelidikan. Belum ada laporan resmi yang masuk terkait kasus tersebut. Namun demikian, informasi yang beredar tentu akan kami telusuri untuk mengetahui fakta yang sebenarnya," ujarnya, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Brata, hingga saat ini polisi belum dapat memastikan apakah peristiwa yang disebut dalam unggahan media sosial tersebut benar-benar terjadi atau tidak. Pasalnya, seluruh informasi yang beredar masih dalam tahap pendalaman oleh petugas.
"Kami belum bisa memastikan kebenaran kejadian tersebut karena masih dalam proses penyelidikan. Memang informasinya sudah viral di media sosial, tetapi kami tetap harus melakukan verifikasi dan pengumpulan fakta di lapangan," ujarnya.
Brata menegaskan, kepolisian akan menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi mengandung unsur tindak pidana. Namun, proses tersebut harus didasarkan pada fakta dan data yang valid.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami berharap masyarakat bijak bermedia sosial sehingga informasi yang disebarkan memiliki nilai keakuratan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya.
Saat ini, Polres Lombok Tengah masih menunggu adanya laporan resmi dari pihak yang diduga menjadi korban maupun keluarganya untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna mengungkap fakta sebenarnya di balik informasi yang telah ramai diperbincangkan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....