Hendak Bubarkan Kerumunan Remaja di Dompu, Prajurit TNI Jadi Sasaran Panah

  • 09 Apr 2026 16:16 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Rombongan aparat yang terdiri dari Anggota Polres Dompu bersama Babinsa setempat hendak membubarkan kerumunan remaja di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Dompu.
  • Tapi, salah satu aparat bernama Sertu A. Malik malah menjadi sasaran panah yang dilontarkan kelompok remaja tersebut.
  • Tiga remaja berinisial MR (16), FD (16), dan MTS (17), berhasil diamankan di Polres Dompu untuk menjalani pembinaan.

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya aparat membubarkan kerumunan remaja di Dompu, Nusa Tenggara Barat, berujung serangan. Seorang prajurit TNI menjadi korban setelah anak panah dilepaskan dari arah kelompok tersebut, Selasa 7 April 2026.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dompu AKP Masdidin menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WITA di sekitaran Kantor Inspektorat Kabupaten Dompu, di kawasan Tanjakan Jado Kecamatan Dompu. Saat itu, anggota Polsek Dompu bersama Babinsa mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari warga sekitar.

“Kami menerima informasi adanya sekelompok remaja yang diduga hendak menyerang warga Desa Mangge Asi,” kata Masdidin dalam keterangan resmi, Rabu 8 April 2026.

Alih-alih membubarkan diri, kelompok remaja itu justru melarikan diri sambil melepaskan anak panah ke arah aparat. Salah satu panah mengenai Sertu A. Malik, anggota TNI yang berada di lokasi.

Petugas sempat melakukan pengejaran. Namun, para pelaku kembali menunjukkan perlawanan dengan mengancam menggunakan busur panah sebelum akhirnya meloloskan diri.

“Kami melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Kurang dari 24 jam, kami berhasil mengamankan pelaku,” ujar Masdidin.

Tim Jatanras Polres Dompu bergerak memburu para pelaku di sejumlah lokasi berbeda. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tiga remaja berinisial MR (16), FD (16), dan MTS (17) berhasil diamankan.

Pelaku inisial MR dan FD ditangkap di wilayah Kecamatan Woja dan Dompu setelah sempat bersembunyi. Sementara itu, lanjut Masdidin, satu pelaku lainnya diserahkan langsung oleh keluarganya kepada polisi.

“Pelaku inisial MTS dibawa sendiri oleh keluarganya ke Polsek sebagai bentuk kooperatif,” ungkapnya.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita satu anak panah yang diduga digunakan dalam penyerangan. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Dompu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....