Polisi Kejar Pelaku Pembuangan Bayi di Bypass Sengkol

  • 25 Jan 2026 20:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Kepolisian Resor Lombok Tengah menyelidiki dugaan pembuangan orok bayi laki-laki yang ditemukan di pinggir Jalan Bypass Sengkol, Kecamatan Pujut. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap identitas pelaku dan kronologi peristiwa sebelum bayi tersebut ditemukan meninggal dunia.

Kapolsek Pujut Iptu M. Muhtar mengatakan penemuan orok bayi terjadi pada Minggu 25 Januari sekitar pukul 06.50 Wita. Orok pertama kali ditemukan dua saksi saat melintas di kawasan persawahan.

“Awalnya saksi melihat bungkusan plastik warna biru di pinggir jalan bypass. Setelah dibuka, ternyata berisi orok bayi,” kata Muhtar.

Kedua saksi kemudian memindahkan bungkusan tersebut sekitar tiga meter dari lokasi awal. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Petugas Polsek Pujut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga berkoordinasi dengan Puskesmas Sengkol untuk penanganan awal terhadap orok bayi tersebut.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bayi diperkirakan lahir sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 Wita,” ujar Muhtar. Bayi diperkirakan meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu memiliki berat badan 1,1 kilogram dan panjang sekitar 40 sentimeter. Usia kandungan diperkirakan sekitar enam bulan atau termasuk kategori berat badan lahir rendah.

Pemeriksaan medis menemukan adanya peralatan medis di bagian pusar bayi. Polisi menduga alat tersebut digunakan saat proses persalinan.

“Kondisi bayi diketahui sudah dimandikan, namun terdapat memar di bagian leher serta betis kiri dan kanan,” kata Muhtar. Memar tersebut diduga berkaitan dengan proses persalinan yang tidak wajar.

Untuk kepentingan penyelidikan lanjutan, orok bayi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Proses tersebut dilakukan oleh tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama personel PPA dan Satreskrim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....