Stoikisme #12: kalau Kita Tidak Bisa Mengendalikan Keadaan, Apa yang Harus Dikendali

  • 21 Sep 2026 06:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pernahkah Anda merasa hidup sedang berantakan hanya karena sesuatu terjadi di luar rencana?

Pesawat terlambat. Atasan tiba-tiba mengubah tugas. Seseorang membatalkan janji. Hujan turun ketika Anda sudah membuat rencana. Atau seseorang mengatakan sesuatu yang membuat Anda tersinggung. Hal-hal seperti ini terlihat sederhana. Tetapi sering kali kita membiarkannya merusak seluruh hari.

Kita marah karena keadaan tidak sesuai keinginan. Kita menyalahkan orang lain. Kita mengeluh. Bahkan setelah masalahnya selesai, kita masih membawanya di dalam pikiran. Lalu, apa yang sebenarnya bisa kita kendalikan?

Menurut Stoikisme, jawabannya bukan dunia di luar kita. Yang paling penting untuk dikendalikan adalah diri sendiri. Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi. Tetapi kita bisa memilih bagaimana meresponsnya.

Bayangkan Anda sedang mengemudi dan tiba-tiba terjebak macet. Anda bisa marah, membunyikan klakson, mengeluh, dan terus melihat jam. Tetapi apakah semua itu membuat jalan menjadi lebih lancar?

Tidak!

Kemacetan berada di luar kendali Anda. Namun, respons Anda masih berada di tangan Anda. Anda bisa menerima bahwa perjalanan akan lebih lama, mencari rute lain jika memungkinkan, menghubungi orang yang menunggu, atau menggunakan waktu tersebut untuk mendengarkan sesuatu yang bermanfaat. Situasinya sama. Tetapi pengalaman yang Anda rasakan bisa sangat berbeda. Inilah salah satu inti ajaran Stoikisme.

Jangan habiskan seluruh energi untuk mengubah sesuatu yang memang tidak bisa Anda ubah.

Gunakan energi tersebut untuk mengendalikan bagian yang masih menjadi tanggung jawab Anda. Kita bisa mengendalikan keputusan. Kita bisa mengendalikan usaha. Kita bisa mengendalikan ucapan. Kita bisa mengendalikan sikap. Kita bisa memilih apakah akan membalas hinaan atau diam.Kita bisa memilih apakah akan belajar dari kegagalan atau terus menyalahkan keadaan.

Namun, ada hal-hal yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita seperti pendapat orang lain, keputusan orang lain, cuaca, masa lalu, hasil akhir, keberuntungan dan banyak kejadian yang datang tanpa kita minta.

Masalah muncul ketika kita memperlakukan hal-hal tersebut seolah-olah semuanya harus mengikuti keinginan kita. Kita ingin semua orang memahami kita. Kita ingin pekerjaan selalu berjalan lancar. Kita ingin rencana tidak pernah gagal. Kita ingin masa lalu bisa diperbaiki. Padahal, hidup tidak pernah memberikan jaminan seperti itu.

Karena itu, ketika sesuatu terjadi di luar rencana, cobalah berhenti sejenak sebelum bereaksi.

Tanyakan:

"Apa yang masih berada dalam kendali saya?"

Jika jawabannya adalah tindakan, lakukan.

Jika jawabannya adalah keputusan, buat.

Jika jawabannya adalah sesuatu yang bisa diperbaiki, perbaiki.

Tetapi jika jawabannya adalah sesuatu yang memang tidak bisa diubah, belajarlah menerimanya.

Menerima bukan berarti menyerah.

Menerima berarti berhenti membuang energi untuk melawan kenyataan yang sudah terjadi.

Setelah itu, kita bisa kembali bertanya:

"Sekarang, apa langkah terbaik yang bisa saya lakukan?"

Pertanyaan sederhana ini dapat mengubah cara kita menghadapi banyak masalah.

Ketika dikritik, kita tidak harus langsung marah.

Ketika gagal, kita tidak harus langsung menyalahkan diri sendiri.

Ketika rencana berantakan, kita tidak harus menganggap semuanya selesai.

Kita hanya perlu kembali kepada sesuatu yang memang bisa kita pegang: diri kita sendiri.

Mungkin kita tidak bisa mengendalikan dunia.

Tetapi kita bisa belajar mengendalikan respons kita terhadap dunia.

Dan mungkin, itulah bentuk kebebasan yang sebenarnya. Bukan memiliki kekuasaan untuk mengatur semua hal yang terjadi. Melainkan memiliki ketenangan untuk tetap memilih sikap ketika kehidupan tidak berjalan sesuai keinginan.

Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi kepada kita. Tetapi kita masih memiliki pilihan tentang apa yang akan kita lakukan setelahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....