Stoikisme #8: Cara Tetap Tenang saat Dunia Kerja Membuat Kita Lelah
- 29 Agt 2026 10:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pernahkah Anda pulang kerja dengan tubuh yang lelah, tetapi pikiran justru semakin ramai?
Memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Pesan dari atasan. Target yang belum tercapai. Rekan kerja yang menyebalkan. Bahkan mungkin rasa takut kehilangan pekerjaan. Yang lebih melelahkan, terkadang masalah pekerjaan masih ikut kita bawa sampai ke rumah.
Padahal laptop sudah ditutup. Kantor sudah ditinggalkan. Tetapi pikiran kita masih berada di sana.
Di sinilah Stoikisme bisa memberikan sebuah cara pandang yang sederhana: Anda tidak harus mengendalikan semua yang terjadi di tempat kerja. Anda hanya perlu mengendalikan bagian yang menjadi tanggung jawab Anda.
Bayangkan Anda sudah mengerjakan sebuah tugas dengan sungguh-sungguh. Anda memeriksanya berkali-kali dan menyerahkannya tepat waktu.
Namun, atasan tetap memberikan kritik. Apa yang bisa Anda lakukan?
Anda bisa marah dan menghabiskan sepanjang malam memikirkan perkataan atasan. Atau Anda bisa mengambil bagian yang berguna dari kritik tersebut, memperbaiki pekerjaan, lalu melanjutkan hidup.
Bukan berarti semua kritik harus diterima begitu saja. Tetapi kita perlu membedakan antara sesuatu yang bisa kita perbaiki dan sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan.
Kita bisa mengendalikan kualitas pekerjaan. Kita bisa mengendalikan kedisiplinan. Kita bisa mengendalikan cara berbicara kepada rekan kerja. Kita bisa mengendalikan usaha untuk meningkatkan kemampuan.
Namun, kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan apakah atasan menyukai kita, apakah rekan kerja iri, siapa yang mendapatkan promosi, atau bagaimana orang lain menilai pekerjaan kita. Ketika kita mencoba mengendalikan semuanya, kita akan cepat kehabisan energi.
Ada satu hal menarik dalam Stoikisme: hasil bukan selalu ukuran terbaik dari sebuah usaha.
Bayangkan dua orang sedang mengejar promosi. Keduanya bekerja keras dan keduanya memiliki kemampuan. Namun hanya satu yang akhirnya mendapatkan posisi tersebut.
Apakah orang yang tidak terpilih berarti gagal? Belum tentu.
Jika ia sudah memberikan usaha terbaik, mengembangkan kemampuan, dan menjalankan pekerjaannya dengan baik, ada banyak hal yang sebenarnya sudah berhasil ia kendalikan.
Keputusan akhir berada di luar tangannya. Inilah yang sering sulit diterima.
Kita ingin kerja keras selalu menghasilkan apa yang kita inginkan. Sayangnya, kehidupan tidak bekerja seperti itu.
Kerja keras meningkatkan peluang keberhasilan, tetapi tidak memberikan jaminan bahwa hasilnya akan selalu sesuai harapan. Karena itu, Stoikisme tidak menyuruh kita bekerja lebih sedikit.
Justru sebaliknya.
Bekerjalah sebaik mungkin, tetapi jangan menggantungkan ketenangan pada hasil yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali Anda. Ada satu latihan sederhana yang bisa dicoba sebelum memulai pekerjaan.
Tanyakan:
"Apa yang benar-benar bisa saya lakukan hari ini?"
Kemudian fokus pada jawabannya. Bukan pada politik kantor. Bukan pada gosip. Bukan pada pencapaian rekan kerja. Bukan pada kemungkinan buruk yang bahkan belum terjadi.
Fokus pada pekerjaan yang ada di depan mata. Menariknya, prinsip ini juga bisa membantu kita menghadapi persaingan.
Kita sering melihat rekan kerja yang lebih cepat naik jabatan, mendapatkan gaji lebih tinggi, atau memiliki pencapaian lebih besar. Tanpa sadar, kita membandingkan bab kehidupan kita dengan bab kehidupan orang lain. Padahal perjalanan setiap orang berbeda.
Menurut Stoikisme, pesaing terbesar kita bukan selalu orang lain. Pesaing terbesar kita adalah diri kita sendiri yang kemarin.
Apakah hari ini kita bekerja sedikit lebih baik?
Apakah kemampuan kita bertambah?
Apakah kita lebih sabar?
Apakah kita lebih mampu menghadapi tekanan tanpa kehilangan kendali?
Jika jawabannya ya, maka ada kemajuan.
Jadi, ketika pekerjaan mulai terasa berat, jangan mencoba mengendalikan seluruh dunia kantor. Kerjakan bagian Anda.
Jaga sikap. Perbaiki kemampuan. Terima hasil yang memang berada di luar kendali. Dan ketika hari kerja selesai, izinkan diri Anda untuk benar-benar pulang.
Sebab pekerjaan adalah bagian dari kehidupan. Bukan seluruh kehidupan.
Pada akhirnya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang kita capai, tetapi juga apakah kita masih memiliki ketenangan ketika sampai di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....