Babinsa dan Dinas Pertanian Dorong Petani Lebih Produktif
- 15 Sep 2026 12:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Hamparan sawah di Dusun Pelulan, Desa Kuripan Utara, tampak lebih hidup dari biasanya. Sejumlah petani berkumpul di tepi lahan sambil memperhatikan penjelasan mengenai cara penggunaan pupuk hayati. Di tengah aktivitas tersebut, terlihat pula sosok Babinsa Kuripan Utara, Serka M. Isnaini, yang ikut mendampingi para petani bersama petugas Dinas Pertanian.
Kebersamaan itu menjadi gambaran bagaimana upaya menjaga kesuburan tanah tidak hanya menjadi tanggung jawab petani semata. Di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) pupuk hayati yang melibatkan Kelompok Tani Pelulan 1, Dinas Pertanian, dan TNI AD.
Bagi para petani, tanah merupakan sumber kehidupan. Kesuburan lahan menjadi penentu keberhasilan setiap musim tanam. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar kondisi tanah tetap terjaga, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk hayati yang dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Di tengah kegiatan, Serka M. Isnaini, Selasa 15 Nopember 2026 menegaskan bahwa kehadiran Babinsa bukan sekadar menjalankan tugas pendampingan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada para petani. Dengan adanya sinergi antara TNI, Dinas Pertanian dan kelompok tani, diharapkan penggunaan pupuk hayati dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan hasil produksi pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, petugas lapangan, dan para petani agar inovasi maupun teknologi pertanian dapat diterapkan dengan baik di lapangan.
Sementara itu, petugas Dinas Pertanian, Ida Ayu Kade Astuti, S.ST., mengingatkan pentingnya penggunaan pupuk hayati sesuai petunjuk dan dosis yang dianjurkan. Pemahaman yang benar, menurutnya, menjadi kunci agar manfaat pupuk dapat dirasakan secara optimal.
“Kami berharap para petani dapat memanfaatkan pupuk hayati sesuai dengan anjuran dan dosis yang telah diberikan. Dengan penerapan yang tepat, diharapkan kondisi tanah tetap terjaga dan hasil produksi pertanian dapat meningkat,” katanya.
Bagi anggota Kelompok Tani Pelulan 1, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga memberikan motivasi untuk terus mengembangkan pola pertanian yang lebih baik. Kehadiran berbagai pihak di tengah sawah menjadi bukti bahwa perhatian terhadap sektor pertanian terus diperkuat.
Gerakan Pengendalian pupuk hayati yang berlangsung lancar itu meninggalkan harapan besar bagi para petani. Harapan agar tanah tetap subur, hasil panen semakin meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pertanian dapat terus tumbuh dari musim ke musim.
Di Desa Kuripan Utara, sinergi antara Babinsa, Dinas Pertanian, dan kelompok tani menjadi contoh bahwa menjaga kesuburan lahan bukan hanya tentang pupuk yang ditebarkan, tetapi juga tentang kebersamaan dalam merawat masa depan pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....