UMKM Lantan Didorong Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital

  • 13 Jul 2026 17:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Potensi wisata alam dan produk unggulan Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, terus didorong agar semakin dikenal luas melalui pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital sebagai sarana promosi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pengembangan Potensi Alam Desa dan Pelatihan Pemasaran Digital melalui Media Sosial yang digelar mahasiswa KKN Universitas Mataram 2026 di Aula Desa Lantan, Senin 13 Juli 2026.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Lantan Erwandi, S.Pd., Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah H. Iswandi Khaery Ramen, S.IP., M.Han., Muhammad Nur Arif dari Dinas Lingkungan Hidup, serta para pelaku UMKM dan pemuda Desa Lantan.

Kepala Desa Lantan Erwandi mengatakan, desa yang dipimpinnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Lantan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian, kakao, serta berbagai komoditas perkebunan lainnya.

"Tak hanya itu, Desa Lantan juga memiliki sekitar 24 air terjun yang tersebar di sejumlah lokasi, termasuk kawasan wisata Kokoh Lenek di bagian barat dan Kokoh Babak di bagian timur desa," ujarnya.

Menurut Erwandi, minat wisatawan untuk berkunjung ke Desa Lantan terus meningkat. Sepanjang Juli 2026, jumlah kunjungan tercatat hampir mencapai 1.000 wisatawan. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga keamanan, kebersihan, dan keramahan agar citra desa wisata tetap terjaga.

Sementara itu, potensi UMKM Desa Lantan dinilai masih belum tergarap secara maksimal. Sebagian besar produk lokal masih dipasarkan secara konvensional dan belum banyak memanfaatkan platform digital seperti Shopee maupun TikTok untuk memperluas jangkauan pasar.

Kabid PIKP Diskominfo Lombok Tengah H. Iswandi Khaery Ramen menilai pemasaran digital menjadi kunci bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing. Menurutnya, selain menghasilkan produk berkualitas, pelaku usaha juga perlu membangun personal branding dan menyusun strategi konten yang menarik.

Ia memperkenalkan konsep 3-1-1, yaitu tiga konten edukatif, satu konten yang membangun kedekatan dengan audiens, dan satu konten promosi. Strategi tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan interaksi sekaligus memperluas jangkauan promosi di media sosial.

Selain itu, pelaku UMKM juga didorong memahami karakteristik target pasar agar konten yang dipublikasikan lebih tepat sasaran dan mampu memanfaatkan algoritma media sosial secara optimal.

Melalui pelatihan ini, potensi wisata dan produk unggulan Desa Lantan diharapkan semakin dikenal masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong UMKM setempat naik kelas melalui pemasaran digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....