Mandalika Street Food Festival Dorong UMKM dan Wisata NTB

  • 12 Jul 2026 08:32 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Mandalika Street Food Festival 2026 diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026 di Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane untuk mempromosikan kuliner lokal dan memberdayakan UMKM.
  • Festival menghadirkan 24 tenant kuliner, 8 coffee shop, dan 5 pelaku UMKM kriya dari Lombok dengan produk unggulan seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, dan wastra tradisional.
  • Strategi pemerintah NTB memposisikan Mandalika bukan hanya sebagai destinasi sport tourism tetapi juga pusat wisata kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sistem pembayaran QRIS.

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memanfaatkan penyelenggaraan Mandalika Street Food Festival 2026 sebagai upaya memperkuat promosi kuliner lokal sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Festival yang digelar di Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane, Kawasan The Mandalika, berlangsung pada 10-12 Juli 2026.

Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Menurut dia, Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat wisata kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif.

"Festival ini bukan sekadar ajang menikmati kuliner khas Lombok, tetapi menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk terbaiknya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Kolaborasi seperti ini mampu menggerakkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif secara bersamaan," kata Aulia saat membuka festival, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia menilai kekuatan pariwisata NTB tidak hanya bertumpu pada panorama alam, tetapi juga kekayaan kuliner dan budaya yang menjadi identitas daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penyelenggaraan berbagai event untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, mendorong belanja wisata, dan memperbesar perputaran ekonomi masyarakat.

Festival tersebut menghadirkan 24 tenant kuliner dan restoran, delapan coffee shop dan roastery, serta lima pelaku UMKM kriya dan wastra yang seluruhnya berasal dari Pulau Lombok. Berbagai makanan khas NTB seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Sate Bulayak, Sate Tanjung, Nasi Balap, hingga jajanan tradisional ditawarkan kepada pengunjung.

Selain pameran kuliner, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain Mandalika Arm Wrestling Competition, workshop dan fashion show wastra Lombok, live painting, face painting, mini games, hingga pertunjukan musik yang melibatkan komunitas kreatif dan seniman lokal.

Untuk mendukung transformasi digital, seluruh tenant menggunakan sistem pembayaran QRIS. Pemanfaatan transaksi non-tunai itu diharapkan memudahkan wisatawan sekaligus meningkatkan literasi digital pelaku UMKM.

Pemerintah Provinsi NTB juga menilai penyelenggaraan festival yang bertepatan dengan rangkaian Pocari Sweat Run Lombok 2026 akan menciptakan efek berganda bagi sektor pariwisata. Kehadiran ribuan peserta dan wisatawan diperkirakan turut menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, perhotelan, serta usaha mikro di kawasan Mandalika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....