Teknologi TANIRA Dorong UMKM Gula Aren Lombok Timur Naik Kelas

  • 03 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pengembangan teknologi pascapanen dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing UMKM berbasis sumber daya lokal.
  • Penguatan sektor hilir memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  • Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui inovasi teknologi pascapanen kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Peningkatan Produksi Gula Aren Kelompok Wanita Tani (KWT) Keselet Karya Melalui Teknologi TANIRA yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, di Desa Pringga Jurang Utara, Kabupaten Lombok Timur.

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha gula aren melalui penerapan Teknologi TANIRA, sebuah inovasi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan nira, menjaga kualitas produk, serta menghasilkan gula aren yang lebih higienis, seragam, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Kegiatan juga diisi dengan pelatihan teknis, pendampingan produksi, serta penguatan manajemen usaha bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Keselet Karya.

Pengembangan teknologi pascapanen dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing UMKM berbasis sumber daya lokal. Selama ini, potensi nira aren di Lombok Timur cukup melimpah tetapi belum sepenuhnya diikuti oleh penerapan teknologi pengolahan yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Muhammad Sarlan, M.Agb., peneliti sekaligus akademisi Fakultas Pertanian Universitas Gunung Rinjani (UGR), menjelaskan bahwa transformasi ekonomi masyarakat pedesaan kini bergerak menuju penguatan industri berbasis nilai tambah.

"Perekonomian masyarakat saat ini tidak lagi bergantung pada satu objek vital semata. Diversifikasi usaha menjadi kebutuhan agar masyarakat memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil. Home industry berbasis pascapanen nira aren telah berkembang menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan bagi UMKM di Lombok Timur. Melalui penerapan Teknologi TANIRA, kami berharap produktivitas meningkat, kualitas produk semakin baik, dan daya saing gula aren lokal mampu menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.

Menurutnya, penguatan sektor hilir memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produk pertanian tidak cukup dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi perlu diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Antusiasme anggota KWT Keselet Karya terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik produksi yang lebih efisien, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai standar mutu produk, sanitasi proses produksi, pengemasan, hingga strategi pengembangan usaha agar mampu bersaing di tengah meningkatnya permintaan pasar terhadap produk pangan alami.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan inovasi teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan industri gula aren yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur. Dengan tujuan akhir peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Timur yang bedaraya saing.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Dukungan tersebut diharapkan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya dalam memperkuat ekonomi desa melalui hilirisasi produk pertanian berbasis potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....