Ide Usaha dari Rumah Rasa Bintang 5

  • 28 Mei 2026 14:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Usaha kuliner menjadi pilihan yang cukup menjanjikan saat ini. Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan makanan praktis dan serba cepat.

Banyak pelaku usaha yang mulai berinovasi dengan menu-menu yang beragam, salah satunya menu rumahan dengan cita rasa yang tidak kalah dengan cita rasa restotan bintang 5 seperti halnya Rice Box Lombok.

Menurut Mala Ayuna Putri, Owner usaha kuliner yang satu ini, menu rice box memang memilki peminatnya tersendiri. Selain porsi yang tepat dan harga pun terjangkau.

Usaha ini dibangun sejak masih duduk di bangku kelas 2 SMA, menjadi jalannya untuk terus berkecimpung di bidaang kuliner.

Menurutnya membangun sebuah usaha adalah sebuah tantangan yang perlu untuk di coba oleh anak-anak muda.

"Buat usaha itu susah-susah gampang, saya mulai nyoba jualan rice box dari masih sekolah waktu itu kelas 2 SMA, saya nyoba ternyata menguntungkan dan banyak yang suka," ungkapnya ketika mengisi acara Teras UMKM di pro 4 RRI Mataram pada Kamis 28 Mei.

Usaha yang ia bangun dari sejak sekolah ini di awalai dari kegemarannnya memasak. Dia sering mencoba berbagai menu untuk di kreasikan menjadi masakanan sederhana yang kemudian ia jajakan ke keluarga dan teman-teman terdekatnya.

Menurut Mala saapan akrabnya, usaha ini dibangun sejak tahun 2019 sebelum pandemi dan sempat vacum selama 1 tahun sejak pandemi terjadi dan kembali berlanjut ketika ia tamat di bangku sekolah mennagah ke aatas.

"Waktu itu saya sempat vacum karena covid, terus saya lanjutin lagi setelah tamat SMA, sampe sekarang jadi kalo di itung udah kurang lebih 7 tahun saya di usaha ini," ujarya.

Ia mengaskan bahwa membangun usaha di bidang kuliner selain modal dan kulitas makanan yang dijaga. Sehingga diperlukan kekuatan mental untuk menghadapi kritik dari konsumen yang mengharapkan makanan yang enak dengan harga terjangkau.

Menjaga mental adalah salah satu kunci untuk bertahan di bidang usaha terutama kuliner. Cara yang paling tepat untuk menghadapi kritikan konsumen adalah bersikap tennag, tidak terbawa emosi dan pastikan bahwa kritikan konsumen adalah salah satu cara untuk menaikan level produk agar lebih baik ke depannya.

"Saya memberikan kesempatan seluas-luasya untuk konsumen yang mau mengeritik makanan saya, karena bagimanapun konsumen adalah target pasar kita, jadi kritikan mereka itu pasti akan mebantu ptoduk kita jadi lebih baik," ucanya.

Membangun usaha tidak hanya soal tempat, melainkan tentang fondasi fundamental yang memastikannya bisa bertahan dan berkembang. Fokus utamanya mencakup pola pikir (mindset) pantang menyerah, riset target pasar yang akurat, keunikan produk, hingga pengelolaan arus kas (finansial). Seperti yang di ungkapkan Mala, usaha itu perlu mental yang kuat dan kemauan yang besar untuk bertahan.

"Sya pernah buka outlet, tapi karena manajemen nya kurang jadi tutup dan akhirnya saya putusin online di rumah dulu dan sebenernya hasilnya nggak jauh beda yang penting kita nggak nyerah aja karena saya juga punya customer tetap," jelanya. Walapun sempat menutup usahanya karena kondisi tertentu, tapi Mala mengaku menyukai bidang yang ia pilih ini sebagai pengusaha kuliner dan menurutnya kondisi usaha memang tidak pernah bisa di prediksi jadi perlu kesabadaran dan kekuatan mental yang cukup untuk terus bertahan di bidang ini.

Usaha yang kurang lebih 7 (tujuh) tahun lamanya sudah di jalani Mala, tetap menguntungkan, apalagi dengan berkembangnya media sosial saat ini yang semakin memudahkan nya untuk mengenalkan produk makanannya ke konsumen baru melaui Live Tiktok atau konten-konten lainnya.

"Sekarang kan udah melek sosal media, jadi lebih gampang kita promosi kalo dulu cuma lewat mulut ke mulut jadi memang lebih lambat perkembangannya, kalo sekarang gampang kita promosi dan hampir setiap konten yang kita buat alhamdulilah FYP terus jaid konsumen kita terus nambah," katanya.

Saat ini, Mala memilih untuk meneruskan usahanya dengan membuka lapak online di garasi rumahnya sendiri yang terletak di daerah Gunung Sari. Ia mengaku, walapun masih sistem take a way tapi usaha yang dibangun ini cukup menjanjikan dan menjadi peluang pekerjaan di tengah semakin sulitnya mencari pekerjaan.

Menurutnya anak-anak muda terutama generasi Z sangat mampu menciptakan peluang usaha sendiri terutama peluang usaha di bidang makanan yang saat ini gencar di gaungkan oleh pemerintah. Ia berharap agar pemerintah terus memberikan perhatian dan bantuan bagi para pejuang UMKM agar terus mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik.

"Harapan saya semoga usaha saya terus berkembang, dan juga mendapat bantuan dari pemerintah, seperti penyediaan lapak-lapak lagi untuk UMKM seperti saya supaya kami bisa lebih berkembang dan sukses," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....