KK NTB 2026 Ditutup, Transaksi UMKM Tembus Rp645 Juta
- 18 Mei 2026 06:48 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menutup gelaran Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2026.
- NTB tidak lagi sekadar menjadi ruang pamer produk lokal, melainkan telah berkembang menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat berbasis budaya daerah.
- Pemerintah Provinsi NTB, akan terus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM melalui pembinaan, promosi, dan penguatan daya saing agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas.
RRI.CO.ID, Mataram - Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menutup gelaran Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2026 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu, 17 Mei 2026. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan itu mencatat transaksi penjualan mencapai Rp645 juta dan komitmen pembiayaan perbankan senilai Rp20,55 miliar.
Wagub NTB mengatakan KK NTB tidak lagi sekadar menjadi ruang pamer produk lokal, melainkan telah berkembang menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat berbasis budaya daerah. “Kita ingin produk-produk lokal NTB tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” kata Indah.
Menurutnya, kekayaan budaya NTB menyimpan potensi ekonomi besar yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tinggi. Potensi itu, kata dia, terlihat dari perkembangan produk wastra, kriya, kuliner, hingga kopi lokal yang mulai memiliki identitas pasar tersendiri.
Pemerintah Provinsi NTB, kata Indah, akan terus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM melalui pembinaan, promosi, dan penguatan daya saing agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas.
Wagub juga mengapresiasi dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB yang dinilai konsisten melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari kurasi produk hingga akses pembiayaan.
“Pendampingan seperti ini penting agar UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.
Ia menilai pelaksanaan KK NTB pada tahun mendatang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang lebih luas dan inovasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar.
“Kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang dicapai hari ini. Harus ada evaluasi dan target yang lebih besar agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan KK NTB menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kompetitif.
Menurut Hario, pengembangan UMKM saat ini tidak lagi dapat berjalan secara sendiri-sendiri. Pelaku usaha, pemerintah, dan sektor perbankan, kata dia, perlu membangun kolaborasi agar mampu bertahan menghadapi perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
“Sekarang bukan lagi soal bersaing sendiri-sendiri, tetapi bagaimana membangun kolaborasi agar UMKM bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Sebanyak 119 UMKM dari berbagai sektor terlibat dalam KK NTB 2026, mulai dari wastra, kriya, dekorasi rumah, kuliner, hingga kopi lokal. Selain mencatat peningkatan omzet sebesar 64,67 persen dibanding tahun sebelumnya, kegiatan tersebut juga ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada pelaku UMKM dan mitra perbankan terbaik.
Penghargaan diberikan untuk sejumlah kategori, di antaranya Wirausaha Unggul Bank Indonesia, tenant dengan transaksi QRIS terbanyak, serta business matching perbankan UMKM terbaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....