ISEF 2025 Resmi Dibuka, NTB Raih Dua Penghargaan Nasional
- 10 Okt 2025 13:53 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 tahun 2025 secara resmi dibuka pada Rabu (8/10/2025) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Acara bergengsi ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Tahun ini, ISEF mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif” dan akan berlangsung hingga 12 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa semangat ISEF harus tercermin dalam tiga hal utama, yaitu mengedepankan semangat jama’ah (persatuan), memperluas kemanfaatan bagi umat, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Rahmatan Lil ‘Alamin.
Perry juga menyampaikan empat komitmen utama yang diusung pada pembukaan ISEF 2025. Pertama, peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Nasional sebagai panduan strategis dalam memperkuat sektor ekonomi syariah. Kedua, penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ketiga, peningkatan operasi serta pembiayaan keuangan syariah. Dan keempat, peluncuran Database ZISWAF Terintegrasi guna memperluas pangsa ekonomi syariah nasional.
Penyelenggaraan ISEF tahun ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Berdasarkan State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025, Indonesia berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketiga dunia di bawah Arab Saudi dan Malaysia. Bank Indonesia juga mendapat penghargaan sebagai Best Central Bank of the Year dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah global.
Kabar membanggakan juga datang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian ISEF, NTB berhasil meraih dua penghargaan bergengsi. Provinsi ini menempati peringkat ketiga Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Terbaik Nasional dan masuk dalam daftar 15 provinsi penerima Special Recognition Award of Muslim-Friendly Destination dengan keunggulan “Setting a Global Benchmark in Muslim-Friendly Tourism & Sports.”
Capaian tersebut menjadi bukti nyata atas komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan ekosistem wisata halal berstandar internasional. Penghargaan ini juga memperkuat posisi NTB sebagai pelopor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si., yang menerima penghargaan secara langsung dari Menteri Pariwisata, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat NTB dan seluruh pelaku pariwisata atas dukungan mereka.
“Kami juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Bapak Hario K. Pamungkas beserta jajaran, atas dukungannya dalam pengembangan pariwisata halal di NTB, termasuk inisiatif melalui pesantren, desa wisata, sertifikasi halal, kota wakaf, serta pengembangan zona KHAS,” ujar Iqbal.
Dalam ajang ISEF 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB turut menghadirkan berbagai delegasi pesantren dan pelaku UMKM binaan. Di antaranya Pondok Pesantren Nurul Hakim (Gerbang Santri) yang meraih juara Lomba Pesantren Unggulan FESyar KTI 2025, serta Muhammad Jalalaen, siswa SMKN 1 Gerung yang menjadi finalis Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) kategori pelajar.
Selain itu, UMKM fesyen ready to wear seperti CahyaHouse dan Totimori berpartisipasi dalam IN2MOTIONFEST sebagai bagian dari IKRA 2025. Sementara itu, sektor kriya diwakili oleh Lombok Mutiara Wahidah, Ana Pearls, dan Lamops & Concha. Tak ketinggalan, produk kuliner khas NTB seperti Ayam Taliwang Beca Bero dan Sate Rembiga Goyang Lidah ikut tampil di HalalMart, memperkenalkan cita rasa khas Lombok kepada pengunjung nasional dan internasional.
Kehadiran delegasi NTB dalam ISEF 2025 semakin memperkuat peran daerah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah berbasis UMKM dan pesantren. Ini juga menunjukkan potensi besar NTB dalam mengembangkan sektor wisata halal dan ekonomi kreatif.
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pesantren, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Sejalan dengan semangat ISEF 2025, BI optimistis pesantren akan menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....