Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman, Siap Dukung Operasi Pasar Murah di NTB

  • 22 Agt 2026 18:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa Besar — Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan pasokan LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama menjelang momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Pertamina juga menyatakan siap mendukung pemerintah daerah melalui kegiatan operasi pasar dan program stabilisasi kebutuhan pokok.

Sales Branch Manager NTB IV Gas, Irfan Nur Mahmudin, mengatakan Pertamina dalam penyaluran LPG bersubsidi bertindak sebagai operator yang menjalankan distribusi sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

"Pertamina sendiri konsepnya sebagai operator. Penyaluran di masyarakat dilakukan sesuai dengan kuota yang diberikan Dirjen Migas," kata Irfan saat ditemui di sela sela pantauan pasar bersama TPID NTB di Pasar Seketeng, Sumbawa Besar, Sabtu 22 Agustus 2026.

Meski demikian, Pertamina tetap membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah ketika terdapat kondisi tertentu di lapangan yang membutuhkan dukungan tambahan, termasuk pelaksanaan operasi pasar.

Irfan mencontohkan dukungan Pertamina dalam operasi pasar di Kabupaten Bima. Saat itu, Pertamina menyiapkan sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

"Ketika ada kegiatan atau agenda dari pemerintah daerah, seperti operasi pasar dan lain-lain, kami coba support. Kemarin ketika Kabupaten Bima, kami siapkan 1.120 tabung untuk masyarakat sekitar," ujarnya.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi penting untuk mengetahui kondisi riil kebutuhan masyarakat. Jika ditemukan kebutuhan yang meningkat, Pertamina bersama pemda akan melakukan evaluasi dan mengusulkan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Irfan juga menjelaskan persoalan harga LPG 3 kilogram yang sempat mencapai sekitar Rp60 ribu di tingkat masyarakat. Berdasarkan pengecekan Pertamina, harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak ditemukan pada tingkat pangkalan resmi.

"Kalau yang terjadi di masyarakat, memang masih ada harga di atas HET. Tapi kami sudah turunkan tim untuk melakukan pengecekan di pangkalan. Dari pangkalan, tidak ada penjualan di atas HET yang ditetapkan," jelasnya.

Ia menyebut, kenaikan harga lebih banyak ditemukan pada tingkat pengecer. Pengecer disebut membeli LPG dari pangkalan, kemudian menahan tabung dan menjualnya kembali ketika pasokan di pangkalan sedang dalam proses pengiriman.

Padahal, berdasarkan ketentuan distribusi LPG 3 kilogram, jalur resmi penyaluran Pertamina berhenti di pangkalan. Karena itu, pengecer tidak termasuk dalam jalur distribusi resmi LPG bersubsidi.

"Secara regulasi, pengecer tidak diperbolehkan. Makanya titik saluran kita hanya sampai di pangkalan," tegas Irfan.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, Pertamina juga telah menyiapkan tambahan pasokan.

"Setiap hari libur, hari kerja, ataupun dalam kondisi-kondisi khusus seperti Maulid, kami memang sudah siapkan ekstra untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat," katanya.

Pertamina berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga persoalan distribusi dan ketersediaan LPG di tengah masyarakat dapat ditangani secara cepat.

"Kami berharap dengan kolaborasi yang terjalin bagus ini, Pertamina dapat selalu hadir untuk masyarakat dan mendukung program-program pemerintah daerah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....