Harga Cabai di NTB Naik, Disperindag: Faktor Cuaca Ganggu Panen

  • 20 Feb 2026 09:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Harga cabai di sejumlah pasar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa waktu terakhir terpantau mengalami kenaikan. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memastikan lonjakan harga dipicu oleh terganggunya pasokan akibat faktor cuaca.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan kenaikan harga terjadi karena petani mengalami kesulitan saat panen akibat curah hujan yang cukup tinggi.

“Memang setelah kami pantau, penyebabnya karena kemarin para petani cabai sempat kesulitan memanen akibat cuaca. Hujan membuat ketersediaan di pasar menjadi minim, sehingga harga naik,” ujar Irnadi usai dialog merajut pangan bumi gora di RRI Mataram, Jum'at 20 Februari 2026.

Ia menegaskan, berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah titik dan pemasok, kondisi pasokan sebenarnya masih dalam kategori aman, meskipun terjadi penurunan volume di pasar.

“Kami sudah cek ke beberapa supplier, sebenarnya masih aman. Jadi sampai saat ini kenaikan harga murni karena faktor supply akibat kondisi iklim,” katanya.

Irnadi optimistis harga akan kembali stabil seiring membaiknya kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir. Ia berharap para petani dapat segera melakukan panen sehingga pasokan di pasar meningkat dan harga berangsur turun.

“Mudah-mudahan dengan cuaca yang sudah mulai membaik, panen bisa segera dilakukan sehingga ketersediaan cabai meningkat dan harga cenderung turun. Dua hari ini sudah mulai ada perbaikan,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, Disperindag NTB juga mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga lebih lanjut akibat meningkatnya permintaan. Namun, pemerintah daerah masih mengutamakan optimalisasi pasokan dari dalam daerah sebelum mengambil langkah mendatangkan pasokan dari luar NTB.

“Kemungkinan mendatangkan dari daerah lain itu ada, tetapi itu solusi terakhir. Kita upayakan dulu stok yang ada di daerah sendiri dimaksimalkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Irnadi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panik menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Pemerintah akan menjamin ketersediaan bahan pokok dan menjaga agar harga tidak terlalu tinggi,” katanya.

Rekomendasi Berita