Harga Ayam Naik Susul Permintaan Hari Besar Islam

  • 20 Sep 2025 04:11 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kenaikan harga ayam boiler di Kota Mataram pasca perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW terus menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Perdagangan Kota Mataram, harga ayam boiler di pasar tradisional saat ini tercatat mencapai kisaran Rp 43.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan yang terjadi pada momen Maulid, yang menyebabkan stok terbatas di beberapa pasokan.

Pedagang ayam boiler di Pasar Kebon Roek, mengungkapkan bahwa meskipun harga ayam mengalami kenaikan, ia tidak melihat adanya perubahan pada harga jualnya.

"Harga ayam sekarang tetap sama, tidak ada penurunan. Kami mengambil stok ayam dari pos dengan harga yang tetap, namun memang ada sedikit peningkatan harga karena permintaan yang tinggi," jelas Muazam saat diwawancarai, Jum'at (19/9/2025).

Ia juga menambahkan bahwa tingginya permintaan saat perayaan Maulid menyebabkan harga ayam naik. "Karena banyak yang membeli, harga ayam memang meningkat, terutama pada momen-momen seperti ini," kata Muazam.

Pembeli ayam di Pasar Kebon Roek, Alivia merasakan dampak dari kenaikan harga ayam tersebut. “Memang harga ayam naik cukup drastis sekarang, mungkin karena Maulid dan banyak yang beli. Semoga ada penurunan harga segera,” harap Alivia.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Mataram mencatat bahwa pergerakan harga ayam boiler dipengaruhi oleh faktor musiman, di mana permintaan yang tinggi pada saat-saat tertentu seperti Maulid dan hari besar lainnya turut mempengaruhi harga pasaran.

Pemerintah setempat terus memantau situasi ini dan berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan untuk mencegah lonjakan harga yang berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat diharapkan dapat memahami dinamika harga yang dapat berubah tergantung pada kondisi pasar yang ada.

Upaya pengendalian inflasi melalui intervensi pasar oleh pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk ayam boiler, agar tidak membebani daya beli masyarakat, terutama menjelang musim-musim perayaan dan liburan yang sering kali diiringi dengan kenaikan harga.

Penulis: Dian Ferdinawan Mahasiswa PKL UIN Mataram di RRI Mataram

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....