Survei OJK Triwulan I-2025: Optimisme Kinerja Perbankan Indonesia Meningkat

  • 04 Mar 2025 10:47 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan I-2025 menunjukkan responden optimis terhadap kinerja perbankan yang diprediksi akan semakin baik. Survei ini melibatkan 96 bank responden, yang memiliki porsi aset mencapai 96,61 persen dari total aset bank umum di Indonesia berdasarkan data Desember 2024.

Optimisme tersebut tercermin pada Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) yang tercatat sebesar 66 pada triwulan I-2025, berada dalam zona optimis. Ekspektasi positif ini didorong oleh proyeksi stabilitas kondisi makroekonomi domestik yang baik, serta berlanjutnya peningkatan intermediasi perbankan dengan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko yang ada. Meskipun kondisi makroekonomi global masih kurang kondusif, responden tetap yakin dengan prospek perbankan Indonesia.

Menurut Dian Ediana Rae, keyakinan ini juga tercermin dalam Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) yang berada di level optimis 53 pada triwulan I-2025. Faktor utama yang mendasari optimisme ini adalah proyeksi stabilitas kondisi makroekonomi domestik, penurunan suku bunga acuan (BI-Rate), serta prediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih positif, yang didorong oleh konsumsi masyarakat yang meningkat, terutama dengan adanya Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, serta stimulus ekonomi yang direncanakan pada 2025.

Selain itu, mayoritas responden juga meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan I-2025 akan tetap terkendali. Hal ini tercermin pada Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 55, yang menunjukkan bahwa risiko perbankan masih berada dalam zona yang dapat dikelola dengan baik. Responden optimis bahwa kualitas kredit tetap terjaga, likuiditas stabil, serta posisi devisa netto masih berada pada level aman, dengan aset dan tagihan dalam valuta asing lebih besar dibandingkan kewajiban valas.

Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) yang mencapai 74 juga menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap kinerja perbankan pada triwulan I-2025. Responden memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit akan mengalami peningkatan, seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi domestik, termasuk faktor musim Ramadhan dan Idul Fitri yang meningkatkan permintaan kredit dan aktivitas usaha.

"Dari sisi penghimpunan dana, para responden juga memperkirakan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) akan terus tumbuh, mendukung pertumbuhan kredit yang stabil," ujarnya, Selasa (4/3/2025) dalam keterangan tertulisnya.

Dalam SBPO ini, OJK juga mengumpulkan pandangan terkait outlook ekonomi global dan Indonesia tahun 2025. Responden memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat, dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan potensi terjadinya trade war. Namun, proyeksi terhadap ekonomi Indonesia tetap stabil, didorong oleh penurunan suku bunga acuan, kebijakan ekonomi pro-growth dari pemerintah, serta berakhirnya ketidakpastian politik pasca pemilu 2024.

Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) dilaksanakan setiap triwulan untuk memberikan gambaran terhadap arah perekonomian, persepsi risiko perbankan, serta tren bisnis perbankan di masa mendatang. Hasil survei ini menghasilkan Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) yang terdiri dari tiga sub-indeks, yaitu Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM), Indeks Persepsi Risiko (IPR), dan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK). Nilai IBP >50 menunjukkan persepsi optimis, =50 menunjukkan stabil, dan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....