OJK Gelar GERAK Syariah 2025 Tingkatkan Literasi Keuangan

  • 24 Feb 2025 10:20 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah seiring dengan langkah pemerintah untuk membangun perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, OJK menggelar acara “Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025” di AEON Mall BSD City, Tangerang, pada Minggu (23/2/2025).

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, dalam sambutannya menegaskan bahwa berbagai kegiatan telah dilakukan OJK untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan keuangan syariah di masyarakat.

“Inilah PR kita semua, OJK dan para pemangku kepentingan, untuk terus mengedukasi masyarakat tentang keuangan syariah. Kita harus memperkuat branding keuangan syariah agar semakin dikenal oleh masyarakat,” ujarnya saat membuka acara.

GERAK Syariah diselenggarakan untuk meningkatkan literasi dan mendorong inklusi keuangan syariah, serta memanfaatkan momentum bulan Ramadan 1446 Hijriah. Friderica juga mengajak pelaku usaha jasa keuangan syariah untuk terus berinovasi dan lebih aktif dalam memahami kebutuhan masyarakat, guna meningkatkan jumlah konsumen yang memanfaatkan layanan keuangan syariah.

Potensi sektor keuangan syariah di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Berdasarkan data per Desember 2024, intermediasi perbankan syariah tumbuh 9,9% menjadi Rp643,5 triliun, dengan Non-Performing Financing (NPF) terjaga di angka 2,12%. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,1% menjadi Rp753,6 triliun. Selain itu, market capitalization syariah tercatat sebesar Rp6.825,3 triliun, naik 11,1%, dengan Asset Under Management (AUM) syariah mencapai Rp50,5 triliun, yang tumbuh 18,2% (yoy). Sukuk tercatat sebesar Rp1.682,9 triliun atau tumbuh 12,9% (yoy).

Friderica menambahkan, sektor asuransi syariah juga menunjukkan perkembangan positif dengan kenaikan sebesar 5,8% menjadi Rp46,55 triliun. Sedangkan aset piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan syariah tumbuh 11,3% menjadi Rp33,8 triliun.

Acara GERAK Syariah 2025 juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Anggota DPD RI Habib Ali Alwi, Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Banten Siti Ma’rifah, dan Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi. Selain itu, acara ini turut menghadirkan narasumber seperti Frisca Devi Choirina, Co-Founder NgertiSaham, dan Andry Wicaksono, Analis Senior Direktorat Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah OJK.

M. Ismail Riyadi menyampaikan bahwa kegiatan GERAK Syariah 2025 merupakan kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha jasa keuangan syariah, Bank Indonesia, Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), media massa, influencer, dan tokoh agama. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan serentak oleh 37 Kantor OJK di seluruh daerah.

GERAK Syariah 2025 akan berlangsung hingga 31 Maret 2025 dengan dua rangkaian kegiatan utama, yaitu KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) dan KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan). Kegiatan KOLAK akan berisi webinar edukasi, podcast Ramadan, talkshow radio, School of Syariah, dan konten harian Ramadan.

Pada pelaksanaan GERAK Syariah 2024, tercatat ada 1.007 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang diikuti oleh lebih dari 3 juta peserta. Friderica berharap, GERAK Syariah 2025 dapat menjangkau lebih banyak peserta dan menghasilkan inklusi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan langkah-langkah ini, OJK berharap masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan produk keuangan syariah yang telah terbukti memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....