Harga Makanan MotoGP Mandalika 2026 Disepakati Terjangkau
- 06 Okt 2026 16:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama pelaku UMKM sepakat menahan harga makanan dan minuman selama gelaran MotoGP 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Kesepakatan ini menjadi salah satu evaluasi penyelenggaraan MotoGP sebelumnya, ketika harga makanan dan minuman di kawasan event sempat menjadi sorotan penonton.
Untuk MotoGP 2026, harga makanan siap saji ditargetkan berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, sementara air mineral disepakati sekitar Rp10 ribu.
Pemerintah daerah berharap kesepakatan tersebut membuat penonton, khususnya wisatawan dari luar daerah, tetap nyaman menikmati kuliner lokal tanpa merasa terbebani harga yang terlalu tinggi.
“Yang kami harapkan tidak terjadi lagi seperti sebelumnya, antara UMKM provinsi dengan UMKM lokal Lombok Tengah harganya berbeda, padahal yang dijual sama,” ungkap Kepala Bidang Perindustrian Diserindag Lombok Tengah Baiq Yuliana Sapriani, Selasa 6 Oktober 2026.
Kesepakatan harga tersebut telah disosialisasikan kepada UMKM yang akan berjualan selama MotoGP. Para pelaku usaha disebut merespons positif karena adanya batas harga memberikan kepastian sekaligus menciptakan persaingan yang lebih sehat.
Namun, kesepakatan harga saja tidak cukup. Pemerintah daerah akan menghadapi tantangan pada tahap penerapan di lapangan.
Pengawasan menjadi penting untuk memastikan harga yang telah disepakati benar-benar diterapkan selama ribuan penonton memadati kawasan Mandalika.
Pihaknya sebelumnya melakukan kurasi terhadap UMKM yang akan terlibat dalam MotoGP 2026 bersama sejumlah OPD, termasuk Dinas Koperasi, Dinas Kesehatan, dan Politeknik Pariwisata.
Total 60 UMKM disiapkan melalui 30 stand. Mayoritas bergerak di sektor kuliner, sementara sebagian lainnya menjual produk kerajinan lokal seperti kain songket serta anyaman rotan dan ketak.
UMKM lokal Lombok Tengah juga kembali ditempatkan di kawasan Grand Bazaar yang dinilai strategis. Penempatan tersebut merupakan hasil evaluasi dan koordinasi Pemkab Lombok Tengah dengan ITDC serta MGPA setelah tiga kali penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.
Dengan kebijakan harga yang lebih terukur, pemerintah ingin MotoGP tidak hanya menjadi magnet wisatawan, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM lokal mendapatkan keuntungan tanpa mengorbankan kenyamanan pengunjung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....