Organda NTB Dorong Keterlibatan PO Lokal untuk Transportasi MotoGP Mandalika
- 22 Sep 2026 08:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Persiapan layanan transportasi untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit terus dimatangkan. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong agar pelaksanaan transportasi turut melibatkan perusahaan otobus (PO) lokal sebagai bagian dari penguatan layanan dan pemberdayaan pelaku transportasi daerah.
Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum, mengatakan kesiapan transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran ajang olahraga internasional tersebut. Menurutnya, seluruh pihak perlu membangun sinergi agar pelayanan kepada penonton dapat berjalan aman, nyaman, dan sesuai standar yang ditetapkan.
“Ini merupakan event internasional sekaligus bagian dari agenda nasional. Karena itu, kesiapan transportasi harus dilakukan secara matang, baik dari sisi armada, sumber daya manusia maupun operasional di lapangan,” ujar JK sapaan akrabnya, di Mataram Senin 21 September 2026.
Ia menjelaskan, operator transportasi yang mendapat kepercayaan untuk mendukung layanan MotoGP memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung optimal. Namun, pelaksanaan tersebut juga diharapkan memberikan ruang bagi PO lokal untuk ikut berkontribusi.
Menurut Junaidi, keterlibatan PO lokal bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan armada, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan sektor transportasi daerah. PO lokal yang dilibatkan tentunya harus memenuhi standar pelayanan minimal, standar operasional prosedur, serta persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap PO lokal yang dilibatkan adalah perusahaan yang memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Yang paling utama adalah keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang,” katanya.
Junaidi menegaskan, keterlibatan PO lokal perlu dikelola dengan baik sehingga koordinasi antara operator utama, pemerintah daerah, dan perusahaan angkutan dapat berlangsung efektif. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan di lapangan.
Selain layanan transportasi menuju kawasan sirkuit, dukungan juga disiapkan melalui skema shuttle dari sejumlah titik yang dikelola bersama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan. Layanan tersebut nantinya diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat dan penonton menuju lokasi kegiatan.
“Untuk teknis pelaksanaannya tentu akan dikoordinasikan bersama dengan Dinas Perhubungan. Prinsipnya, bagaimana masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang mudah, aman dan nyaman,” jelasnya.
Junaidi menambahkan, kebutuhan armada untuk mendukung MotoGP merupakan pekerjaan bersama. Apabila ketersediaan armada lokal belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan, dukungan armada dari luar daerah dapat menjadi bagian dari solusi.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong agar potensi transportasi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Yang penting bagaimana seluruh kebutuhan transportasi bisa terpenuhi, tetapi di sisi lain PO lokal juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Menurut Junaidi, keberhasilan layanan transportasi selama MotoGP tidak hanya menjadi tanggung jawab satu operator. Dukungan pemerintah, operator transportasi, PO lokal, pengemudi, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan mobilitas penonton berjalan lancar.
“Kita ingin MotoGP ini sukses, bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari sisi pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke NTB,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....