Ekspor NTB Januari-Juli 2026 Tembus US$1,52 Miliar, Naik 368,49 Persen

  • 01 Sep 2026 15:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kinerja ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang Januari-Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat nilai ekspor mencapai US$1,518 miliar, meningkat 368,49 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kinerja ekspor NTB masih berada dalam tren positif hingga pertengahan 2026.

“Nilai ekspor NTB pada Januari-Juli 2026 mencapai US$1.518,00 juta atau meningkat 368,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Wahyudin, Selasa 1 September 2026.

Secara bulanan, nilai ekspor NTB pada Juli 2026 tercatat sebesar US$166,08 juta. Angka tersebut meningkat 38,90 persen dibandingkan nilai ekspor pada Juli 2025.

Komoditas tembaga menjadi penyumbang terbesar ekspor NTB pada Juli 2026. Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$155,36 juta atau berkontribusi sebesar 93,55 persen terhadap total ekspor NTB.

Selain tembaga, komoditas ekspor utama NTB pada Juli 2026 meliputi perhiasan/permata senilai US$7,65 juta atau 4,60 persen, ikan dan udang US$2,66 juta atau 1,60 persen, garam, belerang dan kapur US$187,40 ribu atau 0,11 persen, serta produk hewani US$121,37 ribu atau 0,07 persen.

Dari sisi negara tujuan, ekspor NTB pada Juli 2026 paling banyak ditujukan ke Tiongkok dengan kontribusi 49,09 persen. Thailand berada di posisi berikutnya dengan 30,34 persen, disusul Korea Selatan 10,55 persen, Vietnam 2,48 persen, Taiwan 2,41 persen, dan negara lainnya 5,14 persen.

Berbanding terbalik dengan ekspor, kinerja impor NTB mengalami penurunan. BPS NTB mencatat nilai impor sepanjang Januari-Juli 2026 sebesar US$47,87 juta, turun 72,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Juli 2026, nilai impor NTB tercatat US$4,84 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 76,91 persen dibandingkan impor pada Juli 2025.

Komoditas karet dan barang dari karet menjadi penyumbang terbesar nilai impor NTB pada Juli 2026, yakni US$2,76 juta atau 56,90 persen dari total impor.

Selanjutnya, mesin-mesin atau pesawat mekanik tercatat sebesar US$1,75 juta atau 36,07 persen. Kemudian mesin/peralatan listrik sebesar US$139,07 ribu atau 2,87 persen, benda-benda dari besi dan baja US$95,61 ribu atau 1,97 persen, serta berbagai barang logam dasar US$73,59 ribu atau 1,52 persen.

Berdasarkan negara asal, impor NTB pada Juli 2026 paling banyak berasal dari Jepang dengan kontribusi 56,85 persen. Amerika Serikat menyumbang 33,29 persen dan Australia sebesar 9,86 persen.

Wahyudin menegaskan, perkembangan ekspor dan impor tersebut menjadi gambaran penting mengenai dinamika perdagangan luar negeri NTB. Kenaikan ekspor yang cukup tinggi terutama ditopang oleh komoditas tembaga, sementara dari sisi impor terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa pada periode Januari-Juli 2026, nilai ekspor NTB jauh lebih besar dibandingkan nilai impornya, sehingga perdagangan luar negeri NTB mencatat surplus yang cukup besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....