Potensi Tumbuh Kembang Tanaman Bambu di Lombok
- 30 Jun 2026 19:30 WIB
- Mataram
Poin Utama
- ambu sebagai bahan pangan dan obat tradisional menunjukan selain dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan kerajinan, bambu juga memiliki peran penting dalam bidang pangan dan Kesehatan tradisional.
RRI.CO.ID, Mataram - Tiga belas tahun silam, Lombok, pernah menjadi tuan rumah Festival Arsitektur Bambu Internasional yang diselenggarakan Ikatan Arsitek Indonesia. Penyelenggaraan festival di tahun 2013 itu bukan tanpa alasan, tetapi setelah melihat potensi tumbuh kembang tananam bambu di Lombok.
Radio Republik Indonesia Mataram yang meliput jalannya festival saat itu, ikut merasakan langsung ketertarikan peserta terhadap tanaman bambu, khususnya di Lombok. Mereka berkeyakinan, dari ratusan spesies bambu di Indonesia, puluhan spesiesya ada di Lombok. Jumlah itu bagi jurnalis merupakan sesuatu yang mengejutkan karena selama ini, publik hanya mengenal Bambu Apus, Bambu Petung, Bambu Wulung, Bambu Kuning. Sementara, masih ada jenis babu lainnya, seperti Bambu Tutul, Bambu Suluk, Bambu Jepang, Bambu Air dan sebagainya.
Pengelolaan tanaman bambu yang sebatas konstruksi, kerajinan, hingga alat musik membuat terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis bambu. Padahal, di luar negeri, tanaman bambu ada yang dijadikan makanan dan obat-obatan. Salah satunya, rebung atau bambu muda yang dapat dikonsumsi setelah dimasak plus bumbu.
Bambu sebagai bahan pangan dan obat tradisional menunjukan selain dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan kerajinan, bambu juga memiliki peran penting dalam bidang pangan dan Kesehatan tradisional. Menurut Harry Irawan Johari, penulis buku Pengelolaan Potensi Bambu di Mataram, bagian tertentu dari bambu, terutama rebung, sudah lama menjadi bagian dari konsumsi masyarakat Asia, termasuk Indonesia. Selain itu, beberapa jenis bambu juga digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan bioaktif yang dimiliki.
Kepada RRI, Harry mengatakan, rebung Adalah tunas muda bambu yang masih lunak. Rebung memiliki rasa khas dan tekstur renyah, sehingga banyak diolah menjadi sayuran, tumisan, atau bahan campuran makanan tradisional. Selain raebung, beberapa bagian lain dari bambu juga digunakan sebagai obat tradisional dalam masyarakat. Yaitu, daun bambu, batang bambu, air bambu.
“Pengelolaan bambu sendiri dikatakan berupa budidaya dan pengelolaan bambu berkelanjutan. Selanjutnya, konservasi dan pengelolaan berkelanjutan bambu Nusantara,” katanya di dialog Kentongan, Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....