Ekspor NTB Januari 2026 Melonjak Tajam, Capai US$ 76,64 Juta
- 06 Mar 2026 08:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Januari 2026 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor daerah ini mencapai puluhan juta dolar Amerika Serikat.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Drs. Wahyudin, MM, mengatakan nilai ekspor NTB pada Januari 2026 tercatat sebesar US$ 76,64 juta.
“Nilai ekspor pada Januari 2026 mencapai US$ 76,64 juta atau naik 1.868,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Wahyudin, Senin 2 Maret 2026 dalam siaran persnya.
Ia menjelaskan, sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor non tambang pada Januari 2026 juga mengalami peningkatan signifikan. Nilainya tercatat sebesar US$ 57,78 juta atau naik 1.384,15 persen dibandingkan ekspor non tambang pada Januari 2025.
Dari sisi komoditas, ekspor NTB pada Januari 2026 didominasi oleh komoditas tembaga. Nilai ekspor tembaga tercatat sebesar US$ 50.833.111 atau sekitar 66,33 persen dari total ekspor.
Selain itu, komoditas barang galian atau tambang non migas juga memberikan kontribusi cukup besar dengan nilai ekspor sebesar US$ 18.855.402 atau sekitar 24,60 persen.
“Komoditas ekspor lainnya yang juga berkontribusi antara lain ikan dan udang sebesar US$ 5.969.170 atau 7,79 persen, daging dan ikan olahan sebesar US$ 542.299 atau 0,71 persen, serta garam, belerang, dan kapur sebesar US$ 154.088 atau sekitar 0,20 persen,” jelas Wahyudin.
Berdasarkan negara tujuan, ekspor NTB pada Januari 2026 paling banyak dikirim ke Thailand dengan kontribusi sebesar 59,59 persen dari total ekspor.
Negara tujuan ekspor terbesar berikutnya adalah Tiongkok sebesar 31,72 persen dan Amerika Serikat sebesar 8,45 persen. Sementara itu, ekspor juga dikirim ke Jepang sebesar 0,07 persen, India sebesar 0,04 persen, serta negara lainnya sebesar 0,13 persen.
Di sisi lain, nilai impor Provinsi NTB pada Januari 2026 justru mengalami penurunan tajam. Nilai impor tercatat sebesar US$ 2,22 juta atau turun 94,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Wahyudin menjelaskan bahwa selama Januari 2026 nilai impor barang konsumsi bahkan tercatat turun hingga 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi komoditas, impor NTB pada Januari 2026 didominasi oleh kelompok mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan nilai sebesar US$ 1.995.863 atau sekitar 89,99 persen dari total impor.
Selain itu, impor juga berasal dari kelompok kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 143.127 atau sekitar 6,45 persen. Kemudian diikuti oleh komoditas karet dan barang dari karet sebesar US$ 55.300 atau sekitar 2,49 persen serta mesin dan peralatan listrik sebesar US$ 23.700 atau sekitar 1,07 persen.
Berdasarkan negara asal, impor terbesar NTB pada Januari 2026 berasal dari Australia dengan nilai US$ 1.871.767 atau sekitar 84,39 persen dari total impor.
Selanjutnya diikuti oleh Amerika Serikat sebesar US$ 143.127 atau sekitar 6,45 persen, India sebesar US$ 88.312 atau sekitar 3,98 persen, serta Singapura sebesar US$ 58.478 atau sekitar 2,64 persen.
Selain itu, impor juga berasal dari Tiongkok sebesar US$ 54.419 atau sekitar 2,45 persen dan Italia sebesar US$ 1.888 atau sekitar 0,09 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....