Dua Tahun Kolanta Coffee, Bangun Ruang Kreatif Anak Muda hingga Siapkan Mini Museum

  • 27 Feb 2026 08:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara — Di tengah menjamurnya kedai kopi dengan konsep estetik dan menu kekinian, Kolanta Coffee di Kabupaten Lombok Utara justru menegaskan diri sebagai ruang kreatif bagi generasi muda. Memasuki usia dua tahun, kedai kopi ini memperkuat identitasnya bukan hanya sebagai tempat menikmati minuman, tetapi sebagai wadah terbuka untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan melahirkan gagasan baru.

Owner Kolanta Coffee, Raden Prawangsa, mengatakan sejak awal Kolanta dirancang sebagai ruang yang memfasilitasi proses kreatif anak muda. Kopi, menurutnya, hanya menjadi medium atau jembatan agar percakapan bisa tumbuh dan komunitas dapat berkembang.

“Kolanta itu sebuah wadah, bukan hanya jualan kopi. Kopi itu sebagai jembatan saja untuk kita bisa ngobrol,” ujar Raden Prawangsa di sela refleksi dua tahun Kolanta, 16 Februari 2026.

Ia menegaskan, gerakan yang dibangun Kolanta bukan gerakan besar yang formal, melainkan gerakan-gerakan kecil yang berdampak nyata. Sasaran utamanya adalah anak muda Lombok Utara yang selama ini dinilai masih minim ruang berekspresi.

Menurutnya, Kolanta hadir sebagai ruang yang tidak mengikat dan tidak eksklusif. Siapa pun dapat datang dengan latar belakang dan minat berbeda, mulai dari seni, fotografi, musik, hingga bidang kreatif lainnya.

“Anak muda di KLU perlu wadah yang tidak mengikat. Mereka bebas berekspresi sesuai background masing-masing,” katanya.

Raden mengibaratkan Kolanta sebagai oase kecil di tengah keterbatasan ruang publik yang ramah bagi generasi muda. Tempat yang nyaman untuk berkarya sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif.

Ia juga menyoroti fenomena anak muda yang cenderung mager atau kurang terdorong untuk bergerak aktif. Kolanta, kata dia, ingin menjadi pemantik agar setiap orang yang datang pulang dengan energi dan perspektif baru.

Harapannya sederhana, Kolanta dapat terus bertahan dan memberi dampak nyata bagi perkembangan kreativitas anak muda di daerah tersebut.

Dari obrolan yang lahir di meja kopi, lanjut Raden, muncul ide. Dari ide, tumbuh karya. Dan dari karya, terbangun jejaring.

“Dari kopi timbul obrolan, dari obrolan tumbuh ide-ide kreatif,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang ia amati di Lombok Utara adalah banyaknya anak muda kreatif yang masih berjalan sendiri-sendiri. Potensi dinilai besar, namun belum terkoneksi secara optimal sehingga kolaborasi sulit terwujud.

Kolanta berupaya menjadi titik temu agar mereka merasa memiliki tempat, diterima, dan diperlakukan setara tanpa sekat sosial.

“Di sini semua sama, tidak ada yang eksklusif. Mau presiden, gubernur, bupati, anak kecil, siapa saja,” kata Raden.

Memasuki tahun ketiga, Kolanta tidak berhenti pada penguatan fungsi ruang kreatif. Raden mengungkapkan rencana menghadirkan mini museum sebagai langkah lanjutan. Gagasan tersebut muncul dari keprihatinan bahwa Kabupaten Lombok Utara hingga kini belum memiliki museum daerah.

Menurutnya, museum sering kali dipersepsikan kaku dan jauh dari kehidupan masyarakat. Melalui konsep mini museum yang lebih cair dan ramah, Kolanta ingin mendekatkan sejarah serta kekayaan tradisional kepada generasi muda.

“Kolanta ingin mendekatkan museum ini ke khalayak. Tidak seperti museum yang selama ini terkesan kaku,” ujarnya.

Selain mini museum, Kolanta juga berencana menghadirkan workspace serta ruang display untuk menampilkan kekayaan tradisional dan budaya lokal Lombok Utara. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat belajar sekaligus ruang produktif bagi komunitas.

Raden berharap inisiatif ini dapat menjadi pemantik lahirnya museum daerah yang representatif di Lombok Utara. Ia menilai, potensi sejarah dan budaya daerah sangat layak didokumentasikan serta diperkenalkan secara lebih luas.

Di usia dua tahun, Kolanta Coffee menunjukkan bahwa ruang kreatif tidak selalu lahir dari proyek besar atau dukungan institusi formal. Ia bisa tumbuh dari ruang sederhana, secangkir kopi, dan percakapan yang membuka jalan bagi ide-ide baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....