Tiket Pesawat Masih Mahal, Pemerintah Diminta Buka Persaingan
- 12 Jan 2026 13:16 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Barat: Mahalnya harga tiket pesawat hingga kini masih menjadi keluhan publik dan pelaku industri pariwisata. Isu ini bukan hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh besar terhadap sektor perhotelan dan geliat pariwisata nasional, khususnya daerah tujuan wisata.
General Manager Merumatta Hotel, Fahrurrozi, menilai persoalan tiket pesawat yang tinggi sejatinya masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah. Menurutnya, solusi atas persoalan ini sebenarnya cukup sederhana jika dilihat dari sudut pandang persaingan usaha yang sehat.
Ia mencontohkan, dalam industri perhotelan, semakin banyak pelaku usaha yang terlibat, maka harga akan menjadi semakin kompetitif. Konsumen pun diberikan kebebasan penuh untuk memilih hotel berdasarkan kualitas pelayanan, kenyamanan, hingga harga yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Konsepnya sama dengan penerbangan. Jangan sampai industri ini dimonopoli. Kalau maskapai diperbanyak, baik dari dalam maupun luar negeri, maka persaingan harga akan terjadi secara alami,” ujar Fahrurrozi saat ditemui RRI di Cafenya, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, pemerintah memiliki peran strategis untuk membuka ruang investasi dan mengundang lebih banyak maskapai agar masuk ke pasar domestik. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terjebak pada pilihan terbatas yang berujung pada mahalnya harga tiket.
Persaingan antar maskapai, lanjut Fahrurrozi, tidak hanya akan menekan harga, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari aspek kenyamanan, standar keselamatan, hingga kualitas pelayanan penumpang akan menjadi faktor pembeda yang menentukan pilihan konsumen.
“Pada akhirnya, konsumenlah yang menentukan. Maskapai mana yang layak dipilih dari sisi harga yang masuk akal, kenyamanan yang baik, dan keamanan yang terjamin,” tegasnya.
Ia optimistis, jika kompetisi benar-benar dibuka secara sehat, harga tiket pesawat dapat kembali terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas layanan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga akan menghidupkan kembali sektor pariwisata dan perhotelan yang sangat bergantung pada akses transportasi udara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....