Kinerja Bank Dinar Melonjak, Aset Tembus Rp2,15 Triliun
- 09 Jan 2026 14:57 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram; Kinerja PT BPR Syariah Dinar Ashri (Bank Dinar) menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Bank syariah tersebut berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp2,154 triliun, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp1,899 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1,354 triliun.
Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Dinar. “Pertumbuhan pembiayaan kami mencapai 56,64 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 7 persen. Ini menunjukkan kinerja intermediasi kami berjalan sangat baik,” ujar Mustaen kepada wartawan, Jum'at 9 Januari 2026, di Mataram.
Selain pembiayaan, penghimpunan dana masyarakat juga tumbuh kuat. DPK Bank Dinar meningkat sekitar Rp273 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, atau setara 25,28 persen, jauh melampaui pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 8 persen. Menurut Mustaen, lonjakan tersebut didorong oleh kepercayaan publik dan konsistensi Bank Dinar dalam menerapkan prinsip syariah.
Dari sisi profitabilitas, Bank Dinar membukukan laba bersih sebesar Rp47,6 miliar. Laba tersebut merupakan keuntungan bersih setelah dikurangi zakat, pajak, serta berbagai kewajiban lainnya, yang selanjutnya diserahkan kepada pemegang saham untuk ditarik atau dikapitalisasi kembali sebagai penguatan modal.
Kualitas pembiayaan Bank Dinar juga terjaga dengan baik. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat sangat rendah, yakni NPF gross 0,28 persen dan NPF net 0,25 persen, jauh di bawah rata-rata nasional perbankan syariah.
“Ini membuktikan bahwa pertumbuhan kami bukan karena pembiayaan ke grup tertentu, tetapi murni dari penyaluran yang sehat dan prudent,” ujarnya.
Sebagian besar pembiayaan Bank Dinar disalurkan ke sektor riil, UMKM, pembiayaan berbasis potong gaji ASN dan swasta, serta pembiayaan emas dan gadai. Mustaen menjelaskan, meski sebagian tercatat sebagai konsumtif dalam pelaporan, pada praktiknya banyak pembiayaan tersebut digunakan masyarakat untuk aktivitas produktif.
Tak hanya berorientasi bisnis, Bank Dinar juga menegaskan komitmen sosialnya. Sepanjang 2025, Bank Dinar menyalurkan sekitar Rp9 miliar kepada masyarakat dalam berbagai bentuk, termasuk zakat, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta dukungan kepada lembaga sosial dan keagamaan.
Untuk tahun 2026, Bank Dinar menargetkan ekspansi lebih agresif dengan rencana penerbitan sukuk senilai sekitar Rp500 miliar yang akan dilepas melalui bursa pada semester kedua. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik melalui pengawasan ganda dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perbankan dan pasar modal.
“Penerbitan sukuk bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat, sehingga pertumbuhan Bank Dinar dapat terus berkelanjutan,” kata Mustaen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....