Penumpang Laut Menurun, Penerbangan Domestik NTB Menguat Oktober 2025
- 01 Des 2025 16:00 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan pergerakan transportasi laut dan udara pada Oktober 2025 mengalami dinamika signifikan. Kepala BPS NTB Wahyudin menyebut bahwa pola mobilitas masyarakat berbeda antara moda laut dan udara.
Pada Oktober 2025, jumlah penumpang yang datang melalui pelabuhan laut di NTB tercatat 91,07 ribu orang, sementara jumlah penumpang berangkat mencapai 98,34 ribu orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan September 2025. Penumpang datang turun 15,43 persen dan Penumpang berangkat turun 11,28 persen.
“Penurunan ini berkaitan dengan berkurangnya pergerakan masyarakat antarwilayah setelah puncak mobilitas bulan sebelumnya,” jelas Wahyudin.
Meski penumpang menurun, aktivitas bongkar muat barang justru meningkat tajam. Dimana Barang dibongkar: 294,80 ribu ton (naik 27,66 persen) dan Barang dimuat: 325,76 ribu ton (naik 237,63 persen).
Menurut Wahyudin, lonjakan ini dipengaruhi peningkatan distribusi logistik menjelang akhir tahun.
“Ada peningkatan pergerakan komoditas dan barang industri, terutama kebutuhan perdagangan regional,” ujarnya.
Sektor udara menunjukkan tren berbeda. Penerbangan domestik mengalami kenaikan, sementara penerbangan internasional menunjukkan performa campuran.
Penumpang Datang dari Domestik: 110.472 orang (naik) dan Internasional: 14.682 orang (turun). Sedangkan Penumpang Berangkat yakni Domestik: 106.650 orang (naik) dan Internasional: 15.509 orang (naik).
Wahyudin mengatakan bahwa penguatan penerbangan domestik mencerminkan meningkatnya mobilitas warga Indonesia ke NTB, baik untuk pariwisata maupun kegiatan ekonomi.
“Tren kenaikan penerbangan domestik menunjukkan NTB masih menjadi tujuan penting bagi perjalanan dalam negeri,” tuturnya.
Sementara itu, penurunan penumpang internasional datang disebut sebagai fluktuasi normal menjelang musim puncak wisata.
Wahyudin menegaskan bahwa perubahan pola penumpang dan logistik ini merupakan tren tahunan yang biasa terjadi.
“Kami melihat kombinasi penurunan mobilitas laut dan penguatan penerbangan domestik. Sementara aktivitas logistik meningkat signifikan sebagai persiapan akhir tahun,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....