Demi Pertumbuhan Ekonomi, Menag Dorong Implementasi Ekonomi Syariah

  • 24 Okt 2025 10:13 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Nasruddin Umar, mendorong implementasi ekonomi syariah dalam setiap sektor usaha, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebagai bentuk komitmen terhadap implementasi ekonomi syariah secara menyeluruh, Menag RI membuka rangkaian acara Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2025 | Forum & Expo di Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2025.

Acara IES yang diinisiasi oleh Istiqlal Global Fund (IGF) berkolaborasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Agama RI, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB ini dihadiri oleh berbagai pihak yaitu Wakil Gubernur NTB yang mewakili Gubernur, Direktur Eksekutif KNEKS, Duta Besar Syria dan Azerbaijan, perwakilan kementerian/lembaga, Forum Rektor PTKIN se-Indonesia, Forum Kepala Kanwil Kemenag, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta nasional, pelaku UMKM/IKM, serta masyarakat umum.

Prof. Nasruddin mengungkapkan alasannya memilih NTB sebagai pijakan utama untuk memulai gagasan besar untuk ekonomi syariah ini karena NTB merupakan provinsi yang berani mengedepankan ekonomi syariah.

"Provinsi NTB ini adalah provinsi yang paling berani untuk mengedepankan perkembangan ekonomi syariah. Hal ini dapat dilihat dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB yang diubah menjadi model syariah," jelasnya.

Menag RI tersebut juga menjelaskan bahwa konsep ekonomi syariah bukan berarti akan merubah peraturan yang ada di Indonesia menjadi syariah secara keseluruhan, tetapi hanya akan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.

"ini satu hal yang sangat penting dan saya juga ingatkan kepada kita semuanya perkembangan ekonomi syariah itu tidak berarti akan kita melakukan proses syariatisasi perda atau peraturan di Indonesia. Tidak sama sekali, kita tetap adalah negara Pancasila ya. Cuma di sini ada sebuah style, ada sebuah prospek ke depan yang perlu kita garap dengan konsep ekonomi syariah," terangnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut juga memberikan contoh negara-negara di Eropa dan Asia yang menerapkan ekonomi syariah. Ia mencontohkan bahwa saat ini Inggris sangat gencar memperkenalkan konsep ekonomi syariah.

"Saya kira negara yang paling getol untuk memperkenalkan konsep ekonomi syariah itu adalah Inggris. Siapa pun yang akan menjadi ahli ekonomi syariah modern, itu bukannya ke Timur Tengah di negeri Arab, tapi harus pergi ke Inggris," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....