Pengolahan Sampah Insinerator Mataram Dipastikan Zero Emisi
- 02 Okt 2025 13:27 WIB
- Mataram
KBRN,Mataram : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan penggunaan teknologi insinerator dalam pengolahan sampah tidak menimbulkan asap atau zero emisi.
Komitmen ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram, Vidi Partisan Yuris Gamanjaya, menyusul adanya pengetatan regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengolahan sampah berbasis pembakaran.
"Kami siap melaksanakan uji emisi secara berkala untuk memastikan insinerator yang digunakan tetap aman dan ramah lingkungan." Jelasnya Kamis (2/10/2025).
Pernyataan ini juga sebagai respon atas surat edaran KLHK bernomor S.233 tertanggal 9 Maret 2025, yang mewajibkan semua pengolahan sampah termal, termasuk insinerator, gasifikasi, dan pirolisis, untuk mematuhi baku mutu emisi yang telah ditetapkan.
Menurur Vidi meski kapasitas insinerator Mataram jauh di bawah 1.000 ton per hari sehingga tidak wajib menggunakan sistem pemantauan emisi berkelanjutan atau Continuous Emission Monitoring System (CEMS), DLH menegaskan tetap berkomitmen menjaga kualitas emisi.
“Uji emisi akan terus dilakukan, asap yang keluar hampir tidak ada,” ujar Vidi.
Selain itu, DLH Kota Mataram memastikan insinerator tidak akan digunakan untuk membakar sampah berbahaya atau limbah B3. Sampah yang diproses terbatas pada residu hasil pemilahan, terutama plastik bernilai rendah yang sulit diolah kembali.
"Kami taat terhadap aturan dan keberadaan insinerator benar-benar aman sekaligus menjadi solusi atas permasalahan volume sampah yang semakin meningkat di Kota Mataram." Imbuhnya.
Pemkot Mataram menegaskan seluruh perizinan terkait pengoperasian insinerator akan segera dilengkapi sesuai aturan KLHK. Dengan demikian, teknologi pengolahan sampah yang digunakan.
"Insyaaloh aman ya dan kita berharap dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat maupun pencemaran udara." Pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....