Merumatta Coast Trail 2025 Kembali Digelar, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

  • 03 Feb 2025 08:26 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Barat: Ajang lari lintas alam bertaraf internasional, Merumatta Coast Trail (MCT) 2025, kembali digelar di Senggigi, Lombok, pada Minggu (2/2/2025). Event tahunan ini menawarkan pengalaman unik bagi para pelari dengan kombinasi rute pantai dan perbukitan yang menantang.

Selain menjadi daya tarik bagi pelari dari berbagai negara, MCT juga berpotensi besar meningkatkan pariwisata dan perekonomian lokal. Namun, keberhasilan event ini masih bergantung pada dukungan lebih dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan pusat.

General Manager Hotel Merumatta Senggigi, Fahrurrazi, menegaskan bahwa MCT memiliki dampak positif yang luas bagi sektor pariwisata. Tidak hanya menarik minat para pelari, tetapi juga keluarga dan pendukung mereka, yang akhirnya meningkatkan hunian hotel serta perputaran ekonomi di sektor UMKM.

"Kami ingin membesarkan Senggigi melalui acara ini. Event ini menarik banyak peserta dari berbagai negara, dan mereka datang bersama keluarga. Ini berdampak positif bagi hotel, penginapan, dan UMKM di sekitar Senggigi," ujar Fahrurrazi.

Dengan tingginya animo peserta dan wisatawan yang hadir, pengusaha hotel dan pelaku UMKM di Senggigi merasakan manfaat ekonomi secara langsung. Para peserta dan keluarganya memilih menginap di sekitar pantai, menikmati kuliner lokal, serta berbelanja di warung dan toko-toko kecil.

Meskipun memiliki potensi besar, penyelenggaraan MCT menghadapi kendala utama dalam hal pendanaan. Fahrurrazi mengungkapkan bahwa dana yang diperoleh dari tiket peserta belum mencukupi untuk menutup seluruh biaya operasional yang mencapai Rp300–400 juta.

"Kami membutuhkan dukungan materi yang lebih solid. Kami yakin pemerintah punya dana untuk mendukung acara ini. Sayangnya, sejauh ini belum ada bantuan dana dari pemerintah," katanya.

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga harus dalam bentuk bantuan finansial agar event ini bisa terus berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan.

Fahrurrazi menekankan bahwa MCT telah masuk dalam kalender event daerah atau provinsi, sehingga semestinya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Dengan dukungan yang memadai, event ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah.

"Jika pemerintah memberikan dukungan dana, maka akan banyak wisatawan dari seluruh Indonesia yang datang. Ini tentu akan meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, akomodasi, serta UMKM," jelasnya.

Selain itu, event ini juga memberikan efek domino bagi hotel-hotel lain di sekitar Senggigi. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, tingkat hunian hotel lain juga ikut terdongkrak.

MCT 2025 adalah event berkelas internasional yang memiliki potensi besar untuk memajukan pariwisata Lombok Barat. Selain mendongkrak perekonomian lokal, event ini juga berkontribusi dalam memperkenalkan keindahan Senggigi kepada dunia.

Namun, untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar, dibutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam hal pendanaan. Jika dikelola dengan baik dan didukung penuh, MCT bisa menjadi salah satu ikon event olahraga wisata yang mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Lombok Barat di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....