DPRD Rame-rame Dukung Pembangunan Museum Dompu

  • 21 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Sejumlah pegiat budaya dan sejarah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan museum sebagai upaya membangkitkan kembali karakter, identitas dan jati diri budaya daerah.

Rencana pembangunan museum tersebut mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Dompu. Para pegiat budaya sebelumnya mendatangi DPRD Dompu untuk menyampaikan proposal sekaligus meminta dukungan politik agar rencana pembangunan museum dapat diwujudkan.

Museum tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi menjadi ruang untuk menyusun kembali puing-puing sejarah Dompu yang selama ini mulai retak dan terlupakan.

Keberadaan museum juga dinilai penting sebagai pengingat bagi generasi muda bahwa Dompu memiliki perjalanan sejarah dan identitas yang kuat dalam membentuk karakter masyarakatnya.

Ketua Komisi II DPRD Dompu, Mulyadi Jaya, menyatakan pihaknya siap memperjuangkan proposal pembangunan museum tersebut agar dapat direalisasikan.

“Kami di Komisi II berkomitmen. Saya selaku Ketua Komisi II siap memperjuangkan proposal ini untuk bisa direalisasikan,” ujarnya, Jum’at, 21 Agustus 2026.

Menurut Mulyadi, dukungan tersebut sejalan dengan kesepakatan internal DPRD, terutama terhadap agenda yang berkaitan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) mitra Komisi II.

“Agenda yang direncanakan oleh OPD mitra, kami siap untuk mendukung dan memperjuangkannya,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Dompu, Sirajuddin. Ia mengaku prihatin melihat perkembangan budaya dan karakter daerah yang dinilai semakin terkikis, terutama di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, Dompu merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang dalam literatur sejarah. Namun, perjalanan sejarah tersebut dikhawatirkan semakin jauh dari ingatan generasi muda.

“Kita lihat dari sisi budaya dan karakter daerah kita yang semakin lama sudah mulai terkikis. Diharapkan kehadiran pegiat budaya sebagai orang yang betul-betul konsen terhadap budaya Dompu bisa menyikapi bagaimana Dompu dengan identitasnya sebagai daerah yang cukup tua dalam literatur sejarah,” ujarnya.

Sirajuddin menilai kehadiran museum dapat menjadi sarana untuk memastikan perjalanan sejarah, peradaban serta cita-cita para leluhur tetap diketahui dan dipahami oleh generasi mendatang.

Museum juga diharapkan menjadi bagian konkret dari visi pembangunan Dompu yang maju dan berbudaya. Dengan demikian, slogan pembangunan tidak berhenti sebagai narasi, tetapi diwujudkan dalam bentuk pelestarian nilai-nilai budaya.

“Harapan teman-teman untuk menghadirkan sebuah museum adalah untuk memastikan perjalanan sejarah dan tujuan peradaban serta cita-cita para leluhur dalam memastikan Dompu yang punya karakter,” katanya.

Ia menegaskan, budaya merupakan arsip penting yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Museum dapat menjadi ruang edukasi agar generasi muda tidak kehilangan karakter dan identitas daerahnya.

Sirajuddin berharap pemerintah daerah segera memberikan dukungan nyata untuk merealisasikan pembangunan museum, sehingga Dompu tidak hanya dikenal sebagai wilayah kecil di Pulau Sumbawa, tetapi sebagai daerah yang memiliki potensi besar, sejarah panjang, sumber daya manusia dan kekayaan alam yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat.

“Budaya itu merupakan sebuah arsip yang memang harus diketahui generasi-generasi kita ke depan untuk mempertahankan bahwa Dompu punya jati diri dan karakter tersendiri,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, DPRD maupun pegiat budaya, membangun kebersamaan untuk mewujudkan museum tersebut.

Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjadikan pembangunan Dompu yang maju dan masyarakat yang berbudaya sebagai sebuah kenyataan, bukan sekadar slogan.

Sementara itu, Ketua DPRD Dompu, Muttakun, menilai rencana pembangunan museum merupakan gagasan yang seharusnya segera dikonkretkan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, dukungan terhadap budaya dan perkembangan seni budaya Dompu telah menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Karena itu, rencana pembangunan museum semestinya tidak berhenti pada wacana.

“Ketika berbicara tentang rencana pegiat budaya untuk mendorong Pemkab Dompu segera membangun museum, saya pikir ini sebenarnya hal yang seharusnya tidak lagi disambut oleh Pemkab, tetapi mestinya sudah harus dikonkretkan,” ujarnya.

Muttakun berharap DPRD Dompu dapat memberikan dukungan penuh terhadap terwujudnya museum pada 2026, salah satunya melalui dukungan penganggaran.

Ia mengatakan, setelah proposal disampaikan kepada DPRD, tahapan berikutnya adalah melihat kemampuan anggaran dalam APBD yang nantinya dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....