Kebaya Populer di Kalangan Muda, Pakem Perlu Dijaga

  • 11 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kebaya kini semakin populer di berbagai kalangan masyarakat, termasuk generasi muda. Tidak hanya dikenakan dalam acara resmi, kebaya mulai menjadi pilihan busana untuk berbagai kegiatan santai maupun sebagai simbol kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

Di balik tampilannya yang elegan, kebaya menyimpan sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari perjalanan budaya masyarakat Indonesia. Karena itu, pemahaman mengenai kebaya tidak hanya sebatas mengenakan busana, tetapi juga mengenal nilai dan pakem yang melekat di dalamnya.

Sekretaris Panitia Kegiatan Lomba Berkebaya, Leony Diani, mengatakan kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Kebaya Nasional menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kebaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Ini adalah sesuatu yang penting, karena kalau nggak sharing, orang kadang mikir, ah ribet pakai kebaya, ngapain sih. Apalagi anak-anak muda, tapi yang datang hari ini ternyata anak-anak muda, senang banget!" ujar Leony saat berbincang mengenai hasil kegiatan lomba berkebaya.

Menurutnya, terdapat tiga esensi dasar yang menjadi ciri kebaya sesuai pakem. Pertama, kebaya memiliki bukaan di bagian depan. Bukaan depan menjadi salah satu ciri kebaya otentik yang berkaitan dengan adat dan praktik berpakaian tradisional masyarakat.

Kebaya dengan kerah tertutup di bagian depan dan menggunakan ritsleting di bagian belakang, menurutnya, tidak dapat dikategorikan sebagai kebaya sesuai pakem.

Kedua, potongan kebaya pada sisi kiri dan kanan harus menunjukkan kesimetrisan. Hal tersebut menjadi bagian penting yang membuat bentuk kebaya terlihat rapi ketika dikenakan.

Ketiga, kebaya harus memiliki lengan karena fungsi utamanya sebagai busana untuk menutupi tubuh. Bentuk lengannya dapat berupa lengan panjang, tiga perempat, maupun lengan pendek standar.

Sementara itu, perancang busana Didiet Maulana dalam bukunya "Kebayaku" menjelaskan bahwa kebaya yang sesuai dengan pakem dan kaidah busana memiliki bentuk yang simetris antara bagian kanan dan kiri.

Kesimetrisan tersebut tidak hanya terlihat pada potongan badan, tetapi juga pada bukaan, panjang lengan, hingga panjang kebaya di sisi kanan dan kiri.

Menurut Didiet, kebaya yang berakar dari prinsip-prinsip tersebut kemudian mengalami perkembangan dan beradaptasi dengan budaya lokal di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, perkembangan tren juga membuat banyak kebaya saat ini mengalami modifikasi. Perubahan dapat ditemukan pada bagian lengan, kerah, punggung, dada hingga panjang kebaya.

Didiet menyebut perubahan tersebut sebagai bagian dari metamorfosis kebaya mengikuti tren dan selera masyarakat. Meski demikian, ia menyarankan agar masyarakat tetap memahami kaidah dasar kebaya ketika melakukan modifikasi.

Sebagai perancang busana, Didiet juga memiliki misi untuk mengenalkan kembali pakem kebaya kepada para kliennya. Menurutnya, pemahaman terhadap pakaian tradisional Indonesia perlu dilakukan secara utuh agar perkembangan mode tidak menghilangkan identitas dasarnya.

Kebaya sendiri telah berkembang dan menyatu dengan budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia. Popularitasnya di kalangan generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi tren fesyen, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....