Lombok Immersive Edupark Hadirkan Wajah Baru Wisata Budaya Sasak
- 31 Mei 2026 22:13 WIB
- Mataram
Poin Utama
- wisata ntb
- PARIWISATA BUDAYA NTB
rri.co.id-Mataram : Budaya sering kali dianggap sebagai sesuatu yang berada di masa lalu. Bagi sebagian generasi muda, kata "budaya" bahkan identik dengan hal-hal kuno, tradisional, dan jauh dari kehidupan modern yang mereka jalani sehari-hari. Namun anggapan tersebut mulai dipatahkan oleh kehadiran Lombok Immersive Edupark yang dikembangkan melalui konsep Rua Rasa. Tempat ini menawarkan pengalaman berbeda dalam mengenal sejarah dan budaya Sasak dengan pendekatan teknologi modern yang interaktif.
Saat mengunjungi kawasan tersebut, Omink mengaku terkejut melihat bagaimana unsur budaya dapat dikemas dengan cara yang begitu segar dan mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, pengalaman memasuki area edukasi budaya tersebut jauh dari kesan museum konvensional yang biasanya hanya menampilkan benda-benda koleksi dalam etalase. "Saya penasaran bagaimana budaya itu dikemas dengan cara yang modern. Biasanya kalau mendengar budaya, pikiran kita langsung tertuju pada sesuatu yang kuno. Tapi di sini ternyata berbeda," ungkap Omink saat berbincang di lokasi.
Kesan modern itu langsung terasa sejak memasuki zona pertama yang dikenal sebagai immersive floor. Ruangan tersebut menghadirkan simulasi kedatangan awal bangsa Sasak ke Pulau Lombok. Pengunjung diajak menyusuri jejak sejarah melalui visualisasi digital yang dipadukan dengan elemen ruang dan lantai interaktif. Konsep tersebut membuat sejarah tidak lagi hanya dibaca melalui teks, melainkan dapat dirasakan secara langsung melalui pengalaman ruang.
Founder Rua Rasa, M. Nur Holis SR, SSN, MSN menjelaskan bahwa tujuan utama pengembangan kawasan ini adalah membuktikan bahwa budaya tradisional tidak harus terjebak dalam cara penyajian lama. Menurutnya, budaya dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. "Kami ingin menyampaikan bahwa kebudayaan tradisional itu juga bisa dikemas dengan kebudayaan arus utama. Kultur tidak selalu berkaitan dengan masa lalu. Budaya adalah kebiasaan yang dilakukan oleh mayoritas kelompok masyarakat," jelas Holis.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar saat ini bukanlah menjaga artefak budaya semata, melainkan menjaga ketertarikan generasi muda terhadap akar budayanya. Di tengah derasnya arus budaya populer global, banyak tradisi lokal yang mulai terpinggirkan karena dianggap kurang menarik dibandingkan berbagai bentuk hiburan digital yang hadir setiap hari. Karena itulah Rua Rasa mencoba menjembatani tradisi dan teknologi dalam satu ruang pengalaman yang lebih dekat dengan generasi masa kini.
Holis menegaskan bahwa masyarakat Sasak memiliki kekayaan sejarah yang sangat besar untuk diperkenalkan kepada publik. Mulai dari kisah migrasi leluhur, perkembangan peradaban, sistem kepercayaan, hingga berbagai artefak budaya yang diwariskan turun-temurun. Semua itu, menurutnya, layak ditampilkan dengan pendekatan baru agar mudah dipahami oleh generasi muda yang tumbuh di era digital. "Kami membuktikan bahwa tradisi Sasak mampu dikemas dalam budaya populer hari ini menggunakan teknologi-teknologi terbaru," katanya.
Kehadiran Lombok Immersive Edupark menjadi salah satu contoh bagaimana pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara-cara konvensional. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, inovasi menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup dan relevan. Melalui perpaduan teknologi imersif, edukasi, dan narasi sejarah yang kuat, kawasan ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengenal kembali identitas budaya Sasak dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....