Tenun Bima, Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Kota Bima

  • 11 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - Tenun Bima tak lagi sekadar warisan budaya yang dikenakan dalam berbagai acara adat. Di tangan para pengrajin, kain tradisional ini mulai diarahkan menjadi produk ekonomi kreatif sekaligus bagian dari daya tarik wisata budaya Kota Bima.

Potensi tersebut menjadi fokus program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nggusuwaru melalui kegiatan bertajuk “Pengembangan Tenun Bima dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pariwisata Kota Bima” yang dipusatkan di Kelurahan Ntobo, Kota Bima.

Program yang mendapat dukungan hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI melalui skema Pemberdayaan Wilayah tahun 2026 itu dipimpin Wahyuni, M.M., bersama tim dosen Universitas Nggusuwaru.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Ntobo tersebut dibuka Lurah Ntobo, Aswin, S.Sos. Ia menilai tenun khas Ntobo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami berharap pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, sekaligus menjadikan tenun sebagai daya tarik wisata,” ujar Aswin.

Pendampingan lanjutnya tidak hanya membahas teknik produksi, tetapi juga menyasar bagaimana produk tenun bisa memiliki nilai jual dan daya saing lebih tinggi.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Bima turut memberikan materi mengenai pengembangan usaha dan peningkatan daya saing produk. Sementara praktisi pariwisata Adi Hidayat Argubi, S.Sos., SST.Par., M.Si., memberikan perspektif mengenai strategi menjadikan tenun sebagai bagian dari industri pariwisata berbasis budaya.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari inovasi desain, peningkatan kualitas, kemasan produk, pemasaran digital hingga penguatan branding. Langkah ini dinilai penting agar tenun Bima tidak hanya bertahan sebagai produk tradisional, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketua Tim Pelaksana, Wahyuni, M.M., mengatakan program tersebut dirancang untuk mempertemukan kekuatan budaya dengan peluang ekonomi kreatif.

“Tenun Bima memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif sekaligus ikon pariwisata daerah,’’ urainya menambahkan dengan sinergi perguruan tinggi, pemerintah, praktisi dan masyarakat, pihaknya optimistis tenun Bima dapat berkembang menjadi produk unggulan yang meningkatkan pendapatan masyarakat.

Antusiasme pengrajin terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi dan sesi berbagi pengalaman menjadi ruang bagi peserta untuk membahas berbagai tantangan yang mereka hadapi, termasuk pemasaran, inovasi produk dan peluang pasar di era digital.

Universitas Nggusuwaru berharap pendampingan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas dan inovasi para pengrajin.

Dengan langkah tersebut, tenun Bima diharapkan tidak hanya tetap hidup sebagai identitas budaya, tetapi juga mampu “naik kelas” menjadi produk ekonomi kreatif yang membuka peluang usaha, memperkuat pariwisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....