Museum NTB Perkuat Adaptasi Digital dan Program Jemput Bola ke Masyarakat
- 18 Mei 2026 08:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melakukan berbagai penyesuaian dalam menghadapi perubahan masyarakat yang berlangsung cepat, bertepatan dengan peringatan Hari Museum Internasional yang diperingati setiap 18 Mei. Adaptasi tersebut dilakukan melalui penguatan pendekatan digital hingga program jemput bola ke sekolah dan desa.
Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan tema Hari Museum Internasional tahun ini menekankan pentingnya museum beradaptasi terhadap perubahan komunitas dan perkembangan zaman. Karena itu, museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi yang bersifat pasif, tetapi juga harus aktif membangun dialog dengan masyarakat.
“Jadi museum ini tidak hanya menjadi tempat yang didatangi, tetapi kami juga mendatangi masyarakat secara langsung,” ujarnya saat diwawancarai, Senin 18 Mei 2026.
Menurut Nuralam, salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui program museum masuk sekolah dan museum desa. Program tersebut menjadi sarana memperkenalkan koleksi serta edukasi budaya kepada pelajar dan masyarakat secara lebih dekat.
Selain itu, Museum NTB juga mulai memanfaatkan teknologi digital melalui media sinematografi, fotografi, dan media sosial untuk menampilkan koleksi secara lebih menarik dan estetik. Upaya tersebut dilakukan agar koleksi museum dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat, termasuk generasi muda.
“Fokus kita adalah bagaimana museum ini bisa diterima masyarakat. Makanya tagline kita museum menyenangkan, ayo ke museum,” katanya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Museum Internasional tahun ini, Museum NTB juga melakukan pembenahan tata pameran agar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Selain itu, pihak museum tengah menyiapkan rangkaian kegiatan Museum Begawai yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Nuralam menilai museum saat ini harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk dampak pandemi Covid-19 hingga dinamika global yang memengaruhi perhatian publik.
Karena itu, menurutnya, museum harus lebih aktif membangun komunikasi dan keterlibatan dengan masyarakat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
“Kita tidak hanya menunggu pasif, tetapi harus aktif berdialog dan berkomunikasi dengan masyarakat,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....