Kalau Identitas Hilang, Tenun Tinggal Cerita
- 07 Apr 2026 22:14 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tenun Khas Lombok
- Desa Sukarara Lombok Tengah
RRI.CO.ID, Mataram - Modernisasi menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan masyarakat, termasuk di Desa Sukerare. Perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, serta arus informasi yang begitu cepat membawa pengaruh besar terhadap cara pandang masyarakat terhadap budaya dan tradisi yang mereka miliki.
Kepala Desa Sukerare, Haji Saman Budi, menyadari bahwa perubahan ini harus disikapi dengan bijak. Ia menegaskan bahwa menolak modernisasi bukanlah solusi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara perkembangan zaman dan pelestarian budaya.
“Kita tidak bisa menutup diri dari perkembangan zaman, tapi kita juga tidak boleh kehilangan identitas kita,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, teknologi justru bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat keberadaan tradisi. Salah satu contohnya adalah dalam hal pemasaran produk tenun yang kini bisa menjangkau pasar yang lebih luas melalui media digital.
“Sekarang kita bisa jual sampai ke luar daerah bahkan luar negeri, tapi proses menenunnya tetap kita pertahankan secara tradisional,” jelasnya.
Pendekatan ini menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perubahan yang terus terjadi. Masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai lama, namun tidak menutup diri terhadap peluang baru yang muncul dari perkembangan teknologi.
Amin juga menambahkan bahwa perubahan harus disikapi dengan selektif. Tidak semua hal dari modernisasi harus diikuti, tetapi harus dipilih mana yang bisa mendukung keberlanjutan tradisi.
“Kita ambil yang baiknya saja, yang bisa membantu. Tapi kalau itu menghilangkan budaya, tentu tidak kita ikuti,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga budaya. Tanpa adanya kesadaran tersebut, tradisi akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Kalau generasi mudanya tidak peduli, lama-lama bisa hilang. Jadi ini tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Dengan sikap yang terbuka namun tetap berpegang pada nilai-nilai budaya, masyarakat Sukerare menunjukkan bahwa tradisi dan modernisasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan bisa berjalan berdampingan untuk menciptakan keberlanjutan yang lebih kuat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....