Warisan Sejarah Tenun Sasak Lombok
- 07 Apr 2026 20:28 WIB
- Mataram
Poin Utama
- TENUN KHAS LOMBOK
- DESA SUKARARA LOMBOK TENGAH
RRI.CO.ID, Mataram - Tradisi menenun di Sukerare memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sasak. Kegiatan ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dalam sistem budaya lokal.
Kepala Desa Saman Budi menjelaskan bahwa pada masa lalu, menenun merupakan keterampilan wajib bagi perempuan.
“Dulu, perempuan harus bisa menenun. Itu jadi salah satu syarat dalam kehidupan sosial,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hasil tenun digunakan untuk berbagai keperluan adat, mulai dari pakaian sehari-hari hingga upacara penting. Kain tenun memiliki makna simbolik yang mendalam dalam setiap penggunaannya.
“Setiap kain itu punya arti, tidak dibuat sembarangan,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa tenun bukan sekadar produk, tetapi juga sarat nilai budaya.
| Baca juga: Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup |
Seiring perkembangan zaman, fungsi kain tenun mulai mengalami perubahan. Kini, selain digunakan untuk kebutuhan adat, kain tenun juga menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai tinggi.
Ia menjelaskan bahwa meskipun fungsi berkembang, nilai tradisional tetap dijaga.
“Kita tetap mempertahankan cara lama, karena di situ letak nilai budayanya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat tetap berpegang pada prinsip menjaga keaslian. Hal ini menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan identitas tenun Sukerare.
Dengan sejarah yang panjang, tradisi menenun di Sukerare menjadi bukti bahwa budaya dapat bertahan ketika dijaga dengan kesadaran dan komitmen bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....