Sang Pahlawan yang Membuka Pintu Sekolah bagi Perempuan Lombok
- 17 Agt 2026 11:10 WIB
- Mataram
Poin Utama
- TGKH Zainuddin Abdul Majid dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan pertama di Lombok lewat madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah pada 1943.
RRI.CO.ID, Mataram: Selain dikenang sebagai pejuang kemerdekaan, Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid juga meninggalkan warisan besar di bidang pendidikan, khususnya bagi kaum perempuan Sasak yang pada masanya nyaris tidak memiliki akses belajar formal.
Dikutip dari Sejarahlengkap.com, Zainuddin muda sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak kecil. Ia mulai mengaji dan mempelajari ilmu agama pada usia lima tahun, kemudian menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat hingga 1919, sebelum berguru kepada sejumlah tuan guru setempat seperti TGH Syarafuddin dan TGH Muhammad Said dari Pancor.
Setelah menimba ilmu selama dua tahun di Mekkah, ia pulang ke Lombok dan langsung melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru pulau. Dari situlah masyarakat mulai mengenalnya dengan julukan "Tuan Guru Bajang". Pada 1934, ia mendirikan pesantren Al-Mujahidin, lalu tiga tahun berselang mendirikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada 22 Agustus 1937 sebagai madrasah formal pertama di Pulau Lombok.
Langkah yang lebih berani datang pada 1943. Dilansir dari Sejarahlengkap.com, ia mendirikan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI), madrasah khusus perempuan pertama di Lombok. Di tengah budaya yang saat itu belum terbiasa menyekolahkan anak perempuan, keputusan tersebut menjadi terobosan yang mengubah wajah pendidikan di NTB untuk generasi berikutnya.
Kedua madrasah itu kelak menjadi cikal bakal organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang resmi berdiri pada 1953 dan tumbuh menjadi organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat. Dilaporkan oleh Pejuangmuda.com, NW hingga kini menaungi ratusan lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Lombok dan sekitarnya.
Atas rangkaian jasanya di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan itulah, negara akhirnya menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada TGKH Zainuddin Abdul Majid pada 9 November 2017, menjadikannya satu-satunya pahlawan nasional yang lahir dari tanah Nusa Tenggara Barat hingga saat ini.
Warisan pendidikan yang dirintisnya kini menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang pahlawan tidak melulu soal medan pertempuran, tetapi juga soal keberanian membuka jalan bagi kaum yang selama ini tersisih dari kesempatan belajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....