Desa Sukerare, Ruang Hidup Tradisi Tenun
- 07 Apr 2026 18:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Desa Sukerare di Lombok Tengah dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan tenun tradisional yang masih bertahan hingga saat ini. Aktivitas menenun bukan sekadar pekerjaan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Hampir di setiap sudut desa, suara alat tenun terdengar sebagai irama yang menggambarkan denyut budaya yang terus hidup.
Kepala Desa Sukerare, Haji Saman Budi, menjelaskan bahwa tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak lama. Ia menyebutkan bahwa menenun bukan hanya keterampilan, tetapi juga identitas yang melekat pada masyarakat.
“Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi sudah menjadi bagian dari jati diri masyarakat kami,” ungkapnya.
| Baca juga: Tradisi Refleksi Diri pada Malam 1 Suro |
Menurutnya, tradisi ini tumbuh dari kebiasaan keluarga yang terus dijaga lintas generasi. Anak-anak sejak kecil sudah terbiasa melihat proses menenun di rumah. Dari pengamatan itu, muncul ketertarikan yang kemudian berkembang menjadi keterampilan.
“Kalau di sini, belajar menenun itu tidak harus di sekolah. Mereka belajar langsung dari orang tua di rumah,” tambahnya. Hal ini menjadikan rumah sebagai ruang belajar budaya yang sangat hidup.
Selain sebagai warisan budaya, menenun juga menjadi sumber penghidupan masyarakat. Banyak keluarga yang menggantungkan ekonomi dari hasil tenun. Kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Sementara itu, Pengelola artshop, Amin, juga menegaskan bahwa keberadaan tenun menjadi daya tarik tersendiri bagi desa ini.
“Orang datang ke sini karena ingin melihat langsung tradisi yang masih asli,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa keaslian inilah yang membuat Sukerare berbeda dari daerah lain. Proses yang masih manual dan tradisional menjadi nilai yang tidak tergantikan.
Dengan kondisi tersebut, Desa Sukerare tidak hanya menjadi pusat produksi kain, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi tradisi yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....